Jumat, 29 Agustus 2025

Ledakan Bom di Afghanistan

Tiga Bom Meledak di Afghanistan, 10 Orang Tewas Belasan Luka-luka

Tiga ledakan bom di Afghanistan terjadi dalam satu malam, sehingga menewaskan 10 orang dan belasan lainnya luka-luka

Editor: hasanah samhudi
Zakeria Hashmi/AFP
Sekira lima orang, termasuk empat dokter tewas setelah bom yang dipasang di mobil mereka meledak di Ibu Kota Afghanistan, Kabul pada Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Tiga bom mengguncang ibu kota Afghanistan, Kabul, sehingga  menewaskan sedikitnya 10 orang dan membuat kota itu gelap gulita, Selasa (1/6) malam.

Wakil Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Said Hamid Rushan, mengtakan dua bom meledak secara berurutan di lokasi terpisah di lingkungan Kabul barat Selasa malam, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai belasan lainnya.

Sementara Juru Bicara Departemen Pasokan Listrik Pemerintah, Sangar Niazai, mengatakan bom ketiga merusak parah stasiun jaringan listrik di Kabul utara.

Rushan mengatakan, dua pemboman awal, keduanya menargetkan minivan, terjadi di sebagian besar daerah etnis Hazara di ibu kota.

Bom pertama meledak di dekat rumah seorang pemimpin terkemuka Hazara, Mohammad Mohaqiq, dan di depan sebuah masjid Syiah. Mayoritas komunitas Hazara adalah Muslim Syiah.

Baca juga: Minibus yang Angkut Dosen dan Mahasiswa di Afghanistan Jadi Target Serangan Bom, 4 Orang Tewas

Bom kedua juga menargetkan sebuah minivan tetapi Rushan mengatakan rinciannya masih ditindaklanjuti.

Polisi menutup kedua area tersebut dan para penyelidik sedang menyeleksi puing-puing.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman tersebut.

Afiliasi ISIL (ISIS) yang beroperasi di Afghanistan sebelumnya telah menyatakan perang terhadap minoritas Muslim Syiah, yang merupakan sekitar 20 persen dari mayoritas negara Muslim Sunni yang berpenduduk 36 juta orang.

Afiliasi ISIS sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan di pembangkit listrik Afghanistan di Kabul dan di beberapa provinsi lainnya Mei lalu.

Baca juga: Genjatan Senjata 3 Hari yang Disepakati Taliban-Afghanistan untuk Hormati Idul Fitri Mulai Berlaku

Pada tanggal 8 Mei, sebuah bom mobil dan dua bom pinggir jalan meledak di luar sekolah putri Syed-al-Shahada, juga di lingkungan yang didominasi Hazara.

Ledakan ini menewaskan hampir 90 orang, banyak dari mereka adalah pelajar.

Tidak ada yang mengklaim serangan itu tetapi AS menyalahkan ISIL.

Penarikan Pasukan  AS

Serangan itu terjadi saat Amerika Serikat mengakhiri perang terpanjangnya dengan menarik 2.500-3.500 tentara terakhirnya bersama dengan 7.000 pasukan sekutu NATO dari Afghanistan.

Pasukan terakhir dijadwalkan berangkat paling lambat 11 September, sehingga  menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya kekacauan di negara yang sudah sangat tidak aman.

Baca juga: Serangan Bom Pinggir Jalan Hantam Bus di Afghanistan, 11 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Terluka

Kekerasan telah meningkat di Afghanistan bahkan ketika AS mencapai kesepakatan damai dengan Taliban pada Februari 2020, di bawah pemerintahan Trump sebelumnya.

Perjanjian tersebut menyerukan agar pasukan terakhir AS dan NATO keluar dari negara itu pada 1 Mei 2021. Tapi penarikan dimulai pada 1 Mei setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan pada pertengahan April bahwa negara itu mengakhiri “perang selamanya".

Pada saat itu, dia menyatakan kelompok-kelompok bersenjata seperti al-Qaeda dan ISIL telah cukup terdegradasi dan tidak perlu lagi mempertahankan ribuan tentara yang dikerahkan ke Afghanistan.

Pembicaraan damai yang menemui jalan buntu antara pemerintah Afghanistan dan Taliban akan dilanjutkan di Qatar, kata seorang anggota tim negosiasi pemerintah Afghanistan, Nader Nadery.

Kedua belah pihak telah bertemu terus menerus sejak September tetapi kemajuannya hanya sedikit.

Baca juga: Ali Imron Janji Deradikalisasi Eks Kombatan Afghanistan dan JI Jika Grasi Dikabulkan

“Saya belum melihat tanda-tanda pembicaraan yang berarti dari Taliban mengenai isu-isu utama untuk mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini,” kata Nadery.  (Tribunnews.com/Aljazeera/Hasanah Samhudi)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan