Breaking News:

Penanganan Covid

Deklarasi Darurat Covid-19 di Okinawa Jepang Diperpanjang Hingga 11 Juli 2021

Tujuh prefektur seperti Tokyo dan Osaka telah beralih ke langkah-langkah prioritas seperti pencegahan penyebaran hingga 11 Juli.

Richard Susilo
Yasutoshi Nishimura (57), Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang yang juga Ketua Tim penanggulangan Covid-19 Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Deklarasi darurat Covid-19 (PSBB) di Prefektur Okinawa Jepang akan diperpanjang hingga 11 Juli 2021.

Sementara Tokyo dan Osaka memasuki Tindakan Prioritas (satu level di bawah PSBB) berlaku sampai dengan 11 Juli 2021.

"Pemerintah akan mengadakan pertemuan Markas Besar Penanggulangan Penyakit Menular Corona Virus di Kantor Perdana Menteri pada malam ini, dan PM Jepang Yoshihide Suga akan memutuskan bahwa 9 prefektur kecuali Okinawa akan dibatalkan keadaan darurat yang dikeluarkan untuk 10 prefektur dengan batas waktu sampai dengan 20 Juni 2021," ungkap Yasutoshi Nishimura (57), Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang yang juga Ketua Tim penanggulangan Covid-19 Jepang.

Dari jumlah tersebut, tujuh prefektur seperti Tokyo dan Osaka telah beralih ke langkah-langkah prioritas seperti pencegahan penyebaran hingga 11 Juli.

Dan Okinawa tetap PSBB hingga 11 Juli 2021.

Baca juga: 6.396 Vaksin Pfizer di Jepang Terbuang Gara-gara Ratusan Freezer Cacat, Presiden EBAC Meminta Maaf

Minuman beralkohol yang disediakan di restoran di area yang dicakup oleh tindakan prioritas akan diizinkan hingga pukul 19.00 jika persyaratan tertentu seperti tindakan pengendalian infeksi terpenuhi.

Namun, dimungkinkan untuk mengambil tindakan seperti melarang penyediaan minuman beralkohol atas kebijaksanaan gubernur setempat.

Tempat skala besar kini memulai vaksinasi untuk penduduk orang di atas 18 tahun.

Jumlah acara berskala besar akan dibatasi hingga maksimum 10.000 penonton.

"Jumlah orang yang baru terinfeksi di Tokyo kemarin meningkat menjadi 501 orang dibandingkan minggu sebelumnya, dan ada tanda-tanda bahwa jumlah anak muda meningkat," kata Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Tamura.

"Kita harus menjaganya dengan baik. Subkomite membahas dan menyetujui kebijakan pemerintah. Pada sore hari, pemerintah akan melaporkan kebijakan ini ke Diet terlebih dahulu, mengajukan pertanyaan, dan membuka markas tanggapan untuk mengambil keputusan dilakukan PM Jepang," tambah Tamura.

Sementara itu beasiswa dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved