Breaking News:

Olimpiade Tokyo

Jepang Belum Menyetujui Usulan Penggunaan Layanan Uber Eats untuk Peserta Olimpiade

Jika "Uber Eats" diperkenalkan, lokasi penjemputan akan dibatasi, tetapi lokasinya mungkin akan jadi ramai.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Lokasi Main Dining Hall, tempat makan dan bersosialisasi antar atlet dan ofisial di Desa (Village) Olimpiade di Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Komite Olimpiade Internasional (IOC) meminta Komite Penyelenggara Pertandingan untuk menyetujui "Uber Eats" sebagai layanan pengiriman bahan makanan (katering) yang ditangani di Desa Olimpiade Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo.

"IOC meminta kita untuk bisa menerima Uber Eats tetapi Jepang belum mau menyetujuinya," papar sumber Tribunnews.com, Senin (21/6/2021).

Larangan Uber Eeats karena takut akan risiko penyebaran infeksi virus corona dan menghindari makan di kafetaria, terutama kekhawatiran minuman beralkohol yang bisa dipesan secara bebas karena isi barang yang dikirim tidak bisa dikonfirmasi, dan panitia enggan melakukannya.

Pemeriksaan barang masuk ke dalam privasi seseorang yang sangat dijaga tinggi di Jepang.

Kantin di Desa Olimpiade, yang disebut ruang makan utama, akan memiliki sekitar 3.000 kursi di lantai pertama dan kedua saat Olimpiade diadakan.

Awalnya memiliki 4.300 kursi, tetapi kemudian dilakukan pengurangan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: Pemerintah Jepang Tinjau Ulang Partisipasi 590.000 Pelajar Sekolah dalam Olimpiade

Sebagai tindakan pengendalian infeksi, Panitia Penyelenggara juga telah mengubah ventilasi tiga atau empat kali dalam satu jam, dan mengubah dari sistem di mana setiap pemain memasak makanan ke metode di mana staf menyajikan makanan.

Selain itu, papan akrilik ditempatkan di setiap kursi dan desinfeksi menyeluruh dilakukan, tetapi menurut pejabat turnamen, IOC menunjukkan bahwa kafetaria tempat banyak atlet berkumpul berisiko terinfeksi.

Sebagai tindakan pengendalian infeksi, IOC telah meminta agar atlet yang menghindari makan di ruang makan diizinkan untuk menerima "Uber Eats" sehingga mereka dapat menyediakan makanan panas yang setara dengan yang ada di ruang makan di kamar mereka sendiri.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved