Breaking News:

Kasus Pemalsuan Dokumen Kementerian Keuangan Jepang Bakal Diperiksa Ulang Pihak Ketiga

Masako Akagi menginginkan pembentukan komite pihak ketiga untuk pemerintah guna memeriksa kembali fakta-fakta pemalsuan dokumen kementerian keuangan.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Masako (kiri, tanpa wajah) istri dari Toshio Akagi (insert), pegawai Biro Keuangan Daerah Kinki yang bunuh diri setelah terlibat dalam pemalsuan dokumen persetujuan tentang Moritomo Gakuen. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Masako Akagi mengadakan konferensi pers di Klub Wartawan Asing (FCCJ) Tokyo, Kamis (24/6/2021).

Masako Akagi adalah istri dari Toshio Akagi, seorang pegawai laki-laki dari Biro Keuangan Lokal Kinki, Osaka, yang bunuh diri setelah terlibat dalam pemalsuan dokumen yang disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Masako Akagi menginginkan pembentukan komite pihak ketiga untuk pemerintah guna memeriksa kembali fakta-fakta pemalsuan dokumen kementerian keuangan tersebut.

Toshio Akagi (usia 54 saat itu), pegawai Biro Keuangan Daerah Kinki yang bunuh diri setelah terlibat dalam pemalsuan dokumen persetujuan tentang Moritomo Gakuen, hari ini mengajukan gugatan ke pemerintah lewat pengadilan dan meminta agar pihak ketiga independen membuka kembali dokumen-dokumen Kementerian Keuangan mengungkap semua mengenai fakta pemalsuan.

Gugatan tersebut disampaikan oleh istrinya, Masako Akagi.

"Kami meminta penyelidikan ulang oleh komite pihak ketiga," ungkap Masako Akagi, Kamis (24/6/2021).

File "Akagi" yang ditinggalkan suaminya di tempat kerja yang meringkas proses pemalsuan telah diungkapkan dan terungkap mengenai petunjuk pemalsuan, e-mail mantan direktur Biro Keuangan, Nobutoshi Sagawa, yang memimpin pemalsuan, dan bagian dalam Biro Keuangan tidak diungkapkan.

Masako mengatakan sangat disayangkan bahwa Wakil Perdana Menteri yang sekaligus juga sebagai Menteri Keuangan Taro Aso telah mengindikasikan bahwa dia tidak akan melakukan penyelidikan ulang.

"Untuk mencegah hal ini terjadi, kita harus mengklarifikasi fakta secara rinci dalam penyelidikan ulang dan menggunakannya sebagai pelajaran untuk masa depan," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved