Breaking News:

Virus Corona

Lebih Cepat Menular, 90 Persen Kasus Covid-19 di Uni Eropa Akibat Varian Delta Pada Agustus Nanti

90 Persen kasus baru Covid-19 di Uni Eropa pada Agustus mendatang akan diakibatkan oleh virus Varian Delta yang sangat menular

Editor: hasanah samhudi
Anadolu Agency/Kate Green
Empat orang di Inggris meninggal setelah tertular oleh virus Covid-19 varian India. Korban meninggal di rentang tanggal 5 sampai 12 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM – Virus Corona varian Delta sangat menular sehingga diperkirakan 90 persen kasus Covid-19 baru di Uni Eropa akan diakibatkan varian ini pada Agustus mendatang.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) pada Rabu (23/6) mengatakan, varian Delta (B.1.617.2) ini 40 hingga 60 persen lebih menular daripada varian Alpha (B.1.1.7).

Varian Alpha adalah virus yang pertama kali ditemukan di Inggris dan menjadi varian utama di Uni Eropa.

Peringatan oleh ECDC ini sejalan dengan peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu, yang mengatakan varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India menjadi dominan secara global.

Karena penularannya yang meningkat, Delta menjadi perhatian bagi banyak pemerintah di seluruh Eropa. Apalagi sebagian besar negara berencana melonggarkan pembatasan setelah penurunan keseluruhan kasus Covid-19 baru.

Baca juga: Penjelasan Terkait Varian Delta dan Gejalanya, Disebut Lebih Menular dari Covid-19 di Awal Pandemi

Baca juga: Vaksin COVID-19 Berdasarkan Penelitian Masih Efektif Lawan Varian Virus, Khususnya Alfa dan Delta

"Sangat mungkin bahwa varian Delta akan beredar luas selama musim panas, terutama di antara individu yang lebih muda yang tidak ditargetkan untuk vaksinasi," kata ECDC.

“Ini dapat menyebabkan risiko bagi individu yang lebih rentan untuk terinfeksi dan mengalami penyakit parah dan kematian jika mereka tidak sepenuhnya divaksinasi,” katanya.

Lembaga ini Juga mengatakan melanjutkan dan meningkatkan vaksinasi dengan cepat untuk menghentikan penyebaran varian dan mengurangi dampak kesehatannya.

Sampai saat ini, katanya, sekitar 30 persen dari mereka yang berusia 80 tahun ke atas dan 40 persen di atas 60-an di UE masih belum sepenuhnya divaksinasi.

Dengan sebagian besar anggota UE belum sepenuhnya menginokulasi sepertiga dari populasi mereka, ECDC juga mendesak negara-negara untuk berhati-hati dalam mengurangi pembatasan yang bertujuan membatasi penyebaran virus.

Baca juga: Ditemukan 151 Kasus Varian Delta di 8 Provinsi, Indonesia Awasi Tiga Varian Baru Virus Corona

Baca juga: Mengenal Varian Delta, Covid-19 Varian Terbaru yang Lebih Mudah Menular

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved