Breaking News:

Penanganan Covid

Profesor Jepang: Waspada, Masih Ada Risiko Terpapar Covid-19 Meskin Sudah Divaksin

Hiroyuki Moriuchi meminta masyarakat agar selalu menggunakan masker dan menjaga protokol kesehatan agar mengurangi risiko terpapar corona.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Profesor Hiroyuki Moriuchi (Penyakit Menular Anak) dari Universitas Nagasaki, usia 60 tahun. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Profesor Hiroyuki Moriuchi (Penyakit Menular Anak) dari Universitas Nagasaki mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap virus corona. Sebab meski sudah divaksin, masih ada kemungkinan bisa terpapar Covid-19.

"Vaksinasi dua kali sekali pun tidak menjamin seseorang tidak akan terinfeksi corona lagi. Jadi bisa saja terkena corona meskipun telah divaksinasi dua kali," papar Hiroyuki Moriuchi (60) dalam acara Asahi TV, Rabu (23/6/2021)

Oleh karena itu Hiroyuki Moriuchi meminta masyarakat agar selalu menggunakan masker dan menjaga protokol kesehatan di saat ke luar dari rumah agar mengurangi risiko terinfeksi corona.

"Keampuhan vaksin yang ada seperti Pfizer hanya 90 persen tidak sampai 100 persen, jadi masih ada kemungkinan seseorang terinfeksi corona, meskipun risikonya lebih kecil ketimbang belum dilakukan vaksinasi," tambahnya.

Baca juga: Menteri Jepang Tangguhkan Pendaftaran Massal Vaksinasi Covid-19, Tunggu Kedatangan Vaksin Moderna

Hiroyuki Moriuchi juga menentang penjualan sake atau minuman beralkohol saat penyelenggaraan Olimpiade dan panitia Olimpiade akhirnya telah membatalkan rencana penjualan minuman beralkohol tersebut selama penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade.

"Dengan minum sake apalagi keadaan sangat exciting saat menonton pertandingan olahraga nantinya, tak dapat dihindari risiko penularan akan jauh lebih tinggi dan membahayakan masyarakat nantinya," ujar dia.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved