Breaking News:

Masyarakat Pertanyakan Kasus Penggerebekan Tempat Usaha Penari Striptis di Ueno Jepang

Berbagai dukungan mengalir dari masyarakat untuk budaya striptis Jepang. Bahkan ada yang membuat CloudFunding.

Foto Suho Takekuma
Teater Ueno tempat biasa menyajikan tarian tanpa busana (striptis) sudah puluhan tahun beroperasi. April 2021 tempat ini sempat digerebek polisi sehingga menimbulkan antipati masyarakat kepada Polisi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - April 2021 sebuah tempat tarian tanpa busana (striptis) di Ueno, Theater Ueno digerebek polisi dan pengurus serta penarinya ditangkap dan diinterogasi polisi.

Tagar "# Strip bukanlah kejahatan" menyebar di media sosial, dan juga tulisan "Apakah Anda ingin mengecualikan tujuan hidup dan momen bersinar orang di sana?" "Korban bermunculan satu demi satu".

Berbagai dukungan mengalir dari masyarakat untuk budaya striptis Jepang. Bahkan ada yang membuat CloudFunding, pengumpulan uang di internet untuk menyelamatkan budaya striptis di Jepang itu.

Ya, di Jepang tarian tanpa busana (striptis) tidak dikategorikan sebagai pelanggaran hukum, meski tidak mudah untuk mengikuti aturan yang ada.

Profesor Emeritus Hisashi Sonoda dari Universitas Konan--yang akrab dengan regulasi ekspresi gender untuk menjelaskan dari sejarah--mengomentari mengenai striptis di Jepang.

Menurut Sonoda, budaya Jepang pada awalnya cenderung toleran.

Di Kojiki, buku sejarah Jepang yang tertua, ada adegan terkenal di mana dewi Ame-no-Uzume menari dengan dada terbuka dan membuat para dewa tertawa.

"Setelah Restorasi Meiji, pemerintah, yang mempromosikan modernisasi berdasarkan kekuatan barat, memperkenalkan konsep "cabul", yang tidak dikenal oleh orang Jepang pada saat itu, untuk menghilangkan kebiasaan seperti kebiasaan barbar."

Baca juga: Menteri Jepang Minta Hentikan Sementara Aplikasi Vaksinasi Covid-19 Massal di Tempat Kerja

Hukum pidana menetapkan biaya distribusi materi cabul dan cabul di depan umum dan menindaknya.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved