Breaking News:

Olimpiade Tokyo

Ketua Komite Olimpiade Jepang Berharap Para Atlet Diberi Kesempatan untuk Refreshing

Yasuhiro Yamashita (64) berharap para atlet Olimpiade diberikan kelonggaran untuk refreshing ke konbini agar bisa mengenal budaya Jepang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Yasuhiro Yamashita Ketua Komite Olimpiade Nasional Jepang (JOC) yang diangkat sebagai Ketua Jumat minggu lalu (25/6/2021). Mantan pejudo utama Jepang lulusan Universitas Tokai Kanagawa (Jepang), Gelar Sarjana Pendidikan Jasmani (1980); Gelar Magister Pendidikan Jasmani (1983) Karier Wakil Rektor, Universitas Tokai (Jepang), (2011-). Kewlahiran Yamato Kumamoto 1 Juni 1957 (usia 64 tahun). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ketua Komite Olimpiade Nasional Jepang Yasuhiro Yamashita (64) berharap para atlet Olimpiade diberikan kelonggaran untuk refreshing ke konbini (convenience store) agar bisa mengenal budaya Jepang.

"Kita tahu peraturan IOC dan Olimpiade ini sangat ketat sekali. Tetapi mungkin bisa memberikan kelonggaran sedikit refreshing supaya jangan di dalam terus untuk ke luar misalnya ke konbini," kata Yasuhiro Yamashita kepada Tribunnews.com, Senin (28/6/2021).

Sesuai ketentuan Playbook untuk Famili Olimpiade halaman 36 edisi ketiga yang baru diterbitkan minggu lalu, para peserta Olimpiade dimungkinkan ke konbini apabila tak ada makanan di dalam kompleks tempat tinggalnya.

Namun harus menggunakan kendaraan panitia Olimpiade.

Markas Besar Penanggulangan Corona anggota Partai Demokrat Konstitusional (oposisi Jepang), Takeshi Saiki yang menyerukan peninjauan, percaya bahwa "perlakuan khusus Olimpiade" dapat menyebarkan infeksi virus corona.

IOC dan Komite Penyelenggara Pertandingan merilis buku pedoman edisi ketiga pada tanggal 15 Juni.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020 Bersiap Sambut Aram Mahmoud, Pebulutangkis Pengungsi dari Suriah

Notasinya dalam bahasa Inggris, dan dinyatakan bahwa "keluarga Olimpiade" seperti anggota IOC dan keluarga, akan menggunakan layanan kamar hotel dan ruang makan yang disiapkan sebanyak mungkin.

Namun, jika tidak tersedia makanan tersebut, dapat membeli makanan di konbini atau minimarket atau makan di restoran lalu dibawa pulang sebagai tindakan pengendalian infeksi virus corona. Untuk transportasi menggunakan mobil panitia.

Tidak sedikit protes muncul dari kalangan oposisi bahwa pasal itu bisa meningkatkan risiko tinggi terinfeksi baik atlet olimpiade maupun masyarakat umum karena langsung bersentuhan di lapangan umum khususnya di konbini.

Namun Yamashita percaya keamanan dan keselamatan atlet bisa dijaga oleh dirinya dan panitia yang mendampinginya.

"Kita akan jaga keselamatan dan keamanan serta kesehatan atlet dengan baik. Tapi juga tolong berilah dia kesempatan untuk refreshing di Jepang mumpung sedang berada di Jepang, supaya bisa lebih kenal lagi Jepang dan lebih baik lagi," tambah Yamashita.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved