Sabtu, 30 Agustus 2025

Penanganan Covid

Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Dapat Beri Perlindungan Seumur Hidup Terhadap Virus Covid-19

Studi terbaru menunjukkan vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna dapat memberikan perlindungan seumur hidup terhadap Covid-19.

Editor: Arif Fajar Nasucha
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Vaksin Moderna saat dilakukan pengepakan. Studi terbaru menunjukkan vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna dapat memberikan perlindungan seumur hidup terhadap Covid-19. 

Survei pejantan menemukan bahwa peserta juga mengembangkan antibodi penetralisir tingkat tinggi terhadap dua varian: varian Alpha, yang berasal dari Kent, dan varian Beta, yang berasal dari Afrika Selatan.

Para peneliti tidak meneliti efek vaksin terhadap varian Delta, yang pertama kali diidentifikasi di India, dan lebih menular daripada varian sebelumnya.

Meskipun penelitian ini hanya mengamati orang yang divaksinasi dengan Pfizer, Ellebedy mengatakan temuan tersebut dapat diterapkan pada Moderna karena kedua vaksin menggunakan teknologi yang sama.

Baca juga: Menlu Jepang Bertemu Retno Marsudi, Sampaikan akan Sumbang 1 Juta Vaksin untuk Indonesia

Baca juga: Kejar Target Vaksinasi, Hendi Terus Tambah Sentra Vaksin di Kota Semarang

Sebuah gambar yang diambil pada 12 April 2021 menunjukkan botol vaksin Johnson & Johnson Janssen Covid-19 saat dosis pertama yang berasal dari kota Leiden di Belanda disimpan di pusat distribusi Movianto di Oss
Sebuah gambar yang diambil pada 12 April 2021 menunjukkan botol vaksin Johnson & Johnson Janssen Covid-19 saat dosis pertama yang berasal dari kota Leiden di Belanda disimpan di pusat distribusi Movianto di Oss (ROB ENGELAAR / ANP / AFP)

Studi ini tidak melihat vaksin virus corona yang diproduksi oleh Johnson & Johnson, tetapi Ellebedy mengatakan kepada The Times bahwa dia tidak berpikir respons imun akan sekuat itu karena menggunakan teknologi yang berbeda.

Jika suntikan booster diperlukan untuk penerima J&J, dosis tambahan dapat menghasilkan efek yang sama seperti yang terlihat pada penyintas Covid-19 yang kemudian diimunisasi, yang berarti tingkat antibodi yang tinggi.

"Jika Anda memberi (sel memori B) kesempatan lain untuk terlibat, mereka akan memiliki respons besar-besaran," kata Ellebedy kepada The Times.

Berita lain terkait Penanganan Covid

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan