Breaking News:

47 Hewan di Kebun Binatang Tatsuno Park Hyogo Jepang Mati dalam 5 Tahun Terakhir

Di Kebun Binatang Tatsuno Park sebanyak 47 hewan seperti monyet dan kambing mati dalam lima tahun terakhir ini.

Foto Pemda Tatsuno
Kebun Binatang Tatsuno Park di Kota Tatsuno, Prefektur Hyogo. Foto Pemda Tatsuno. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Di Kebun Binatang Tatsuno Park di Kota Tatsuno, Prefektur Hyogo, total sebanyak 47 hewan seperti monyet dan kambing mati dalam lima tahun terakhir ini.

Kebun binatang tersebut yang semula buka 24 jam sehari kini memutuskan jam buka adalah dari jam 09.00 pagi hingga 05.00 sore dari bulan Juli 2021, dan setiap hari Senin (atau hari kerja berikutnya jika hari libur nasional) akan ditutup.

Tanggal 5 Juli adalah hari pertama tutup.

Saat penutupan kebun binatang itu, sebuah kertas pengumuman menyatakan "Jam buka dan hari tutup ditetapkan untuk kenyamanan manajemen kesehatan hewan dan manajemen fasilitas" dipasang di gerbang masuk.

Di dalam taman tampak pejabat kota melakukan tugas normal seperti membersihkan dan memberi makan hewan.

Baca juga: 4 Restoran Melanggar Deklarasi Darurat Covid-19 di Tokyo Jepang Didenda 250.000 Yen

Taman yang terletak di sudut Taman Tatsuno ini dibuka pada tahun 1955. Saat itu dibuka 24 jam sehari, 7 hari seminggu sebagai "tempat bagi warga untuk bersantai dan berinteraksi dengan hewan", tetapi tidak ada penjaga dengan pengetahuan khusus.

"Belakangan muncul sertifikat kematian monyet cynomolgus yang disebut mati karena "kurang gizi". Kami mencurigainya. Diperkirakan melemah karena kedinginan," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (6/7/2021).

Kebun Binatang Tatsuno Park di Kota Tatsuno, Prefektur Hyogo.
Foto Pemda Tatsuno.
Kebun Binatang Tatsuno Park di Kota Tatsuno, Prefektur Hyogo. Foto Pemda Tatsuno. (Foto Pemda Tatsuno)

Kota telah mempertimbangkan untuk meninjau jam buka untuk tujuan mengurangi stres hewan, tetapi memutuskan untuk menetapkan hari tutup sebagai tanggapan atas laporan dari warga dan menunjukkan sistem manajemen yang tidak memadai.

"Saya ingin terus berkonsultasi dengan dokter hewan dan spesialis lain mengenai tinjauan lingkungan pembiakan hewan," kata Penanggung jawab Divisi Perencanaan Kota, yang mengelola taman.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved