Minggu, 10 Mei 2026

Filipina Minta Bantuan AS untuk Analisis Data Black Box Pesawat Jatuh Lockheed C-130

Filipina akan mengirim kotak hitam pesawat Lockheed C-130 yang jatuh pada akhir pekan lalu ke Amerika Serikat untuk dianalisis

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Handout / JOINT TASK FORCE-SULU / AFP
Dalam foto selebaran ini yang diambil pada 4 Juli 2021, dan diterima dari Satuan Tugas Gabungan Militer Filipina-Sulu (JTF-SULU) pada 5 Juli, pejabat militer Filipina (kiri) mengawasi operasi pencarian dan pengambilan di sebelah baling-baling yang terbakar setelah Pesawat angkut C-130 Angkatan Udara Filipina jatuh di dekat bandara di kota Jolo, provinsi Sulu, dekat pulau selatan Mindanao. 

TRIBUNNEWS.COM - Filipina akan mengirim kotak hitam pesawat Lockheed C-130 yang jatuh pada akhir pekan lalu ke Amerika Serikat untuk dianalisis, kata kepala militer Cirilito Sobejana, Rabu (7/7/2021), seperti dilaporkan usnews.com.

Amerika Serikat telah berkomitmen untuk membantu menganalisis informasi dari data penerbangan dan perekam suara kokpit yang dapat menjelaskan insiden tragis yang menewaskan 53 orang di provinsi selatan Jolo itu, ujar Sobejana dalam wawancara televisi lokal.

Sobejana mengatakan Filipina tidak memiliki kemampuan seperti itu.

Ia tidak memberikan jadwal kapan para ahli AS dapat menyelesaikan ekstraksi data.

Pesawat Lockheed C-130 membawa pasukan menuju operasi kontra-pemberontakan ketika jatuh dengan 96 penumpang, Minggu (4/7/2021).

Baca juga: Pesawat Jatuh di Filipina Tewaskan 52 Orang Termasuk Pilot & Warga Sipil, Kotak Hitam akan Diperiksa

Baca juga: Update Kecelakaan Pesawat An-26 di Rusia, Tim Investigasi Dalami 3 Dugaan Penyebab Insiden

Dalam foto selebaran yang diambil pada tanggal 4 Juli 2021 dan diterima dari Satuan Tugas Gabungan Militer Filipina-Sulu (JTF-Sulu), petugas penyelamat tiba saat asap mengepul dari puing-puing pesawat angkut C-130 Angkatan Udara Filipina setelah jatuh di dekat bandara di kota Jolo, provinsi Sulu, dekat pulau selatan Mindanao.
Dalam foto selebaran yang diambil pada tanggal 4 Juli 2021 dan diterima dari Satuan Tugas Gabungan Militer Filipina-Sulu (JTF-Sulu), petugas penyelamat tiba saat asap mengepul dari puing-puing pesawat angkut C-130 Angkatan Udara Filipina setelah jatuh di dekat bandara di kota Jolo, provinsi Sulu, dekat pulau selatan Mindanao. (Handout / Joint Task Force-Sulu / AFP)

Korban tewas naik menjadi 53 orang, termasuk tiga warga sipil di darat dan kru lainnya terluka.

Ditanya apakah cuaca buruk atau kesalahan manusia bisa menjadi penyebab insiden itu, Sobejana mengatakan akan menunggu laporan resmi penyidik.

"Saya mengatakan kepada mereka untuk melakukannya secepat mungkin, tetapi tetap harus hati-hati," katanya.

"Kami ingin mendapatkan informasi atau fakta yang akurat."

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin menawarkan dukungan tambahan kepada mitra Filipina Delfin Lorenzana ketika mereka berbicara melalui telepon pada hari Selasa untuk membahas kecelakaan itu.

Mereka juga membahas dukungan evakuasi medis kritis yang diberikan oleh personel AS dan kemungkinan bantuan lainnya, termasuk identifikasi korban, menurut sebuah pernyataan yang dirilis di Washington.

Sobejana mengatakan 16 korban telah diidentifikasi.

Beberapa korban terbakar tanpa bisa dikenali.

Pihak berwenang akan mengandalkan catatan gigi dan pengujian forensik untuk mengidentifikasi mereka, katanya.

Diberitakan sebelumnya, pada Senin (5/7/2021), otoritas Filipina telah menemukan kotak hitam dari pesawat Angkatan Udara yang jatuh pada minggu lalu.

Kecelakaan tersebut menewaskan lebih dari 50 orang, kata Kepala Militer, Cirilito Sobejana kepada Reuters, Selasa.

Pilot yang memegang komando, yang memiliki pengalaman beberapa tahun menerbangkan pesawat C-130, termasuk di antara mereka yang tewas dalam kecelakaan di Pulau Jolo.

Kotak hitam itu memungkinkan para penyelidik untuk mendengarkan percakapan para pilot dan kru sebelum pesawat itu jatuh.

Baca juga: Kecelakaan Pesawat Militer Filipina, 50 Orang Tewas

Baca juga: Gunung Taal Filipina Semburkan Gas Beracun, Lebih dari 2.000 Orang Dievakuasi

"Saya berbicara dengan para penumpang yang selamat. Mereka mengatakan pesawat memantul dua hingga tiga kali dan bergerak zig-zag," ujar Sobejana.

"Pilot berusaha memulihkan mesin agar bisa mengangkat pesawat, tapi itu sudah terlambat."

"Sayap kanan menabrak pohon."

Sobejana mengatakan, tidak ada penumpang yang melompat dari pesawat sebelum jatuh.

Ada laporan sebelumnya dari saksi, beberapa penumpang sempat mencoba melompat ke tempat yang aman sebelum pesawat menabrak tanah.

Baca juga: Tim SAR: Tak Ada yang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat An-26 Rusia yang Bawa 28 Orang

Baca juga: Pesawat Rusia yang Membawa 28 Orang Alami Kecelakaan, Dilaporkan Jatuh setelah Hilang dari Radar

Ia mengatakan bagian depan pesawat terbelah dan beberapa tentara memanfaatkan celah itu untuk melarikan diri.

Tetapi mereka yang tidak sadar tidak bisa keluar dari pesawat yang terbakar.

Dalam foto selebaran ini yang diambil pada 4 Juli 2021, dan diterima dari Satuan Tugas Gabungan Militer Filipina-Sulu (JTF-SULU) pada 5 Juli, pejabat militer Filipina (kiri) mengawasi operasi pencarian dan pengambilan di sebelah baling-baling yang terbakar setelah  Pesawat angkut C-130 Angkatan Udara Filipina jatuh di dekat bandara di kota Jolo, provinsi Sulu, dekat pulau selatan Mindanao.
Dalam foto selebaran ini yang diambil pada 4 Juli 2021, dan diterima dari Satuan Tugas Gabungan Militer Filipina-Sulu (JTF-SULU) pada 5 Juli, pejabat militer Filipina (kiri) mengawasi operasi pencarian dan pengambilan di sebelah baling-baling yang terbakar setelah Pesawat angkut C-130 Angkatan Udara Filipina jatuh di dekat bandara di kota Jolo, provinsi Sulu, dekat pulau selatan Mindanao. (Handout / JOINT TASK FORCE-SULU / AFP)

Laporan awal menyebut korban tewas mencapai 50 orang, termasuk termasuk tiga warga sipil di darat.

Namun jumlah korban tewas meningkat pada Rabu menjadi 53 orang.

Juru bicara militer Edgard Arevalo mengatakan pesawat itu dalam "kondisi sangat baik".

Pesawat masih memiliki 11.000 jam terbang tersisa sebelum pemeliharaan berikutnya dijadwalkan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Perkembangan terbaru seputar Kecelakaan Pesawat Militer Filipina

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved