Update Kecelakaan Pesawat An-26 di Rusia, Tim Investigasi Dalami 3 Dugaan Penyebab Insiden
Tim investigasi tengah menyelidiki tiga dugaan penyebab insiden kecelakaan Pesawat An-26 di Kamchatka, Rusia.
TRIBUNNEWSC.OM - Tim investigasi tengah menyelidiki tiga dugaan penyebab insiden kecelakaan Pesawat An-26 di Kamchatka, Rusia.
"Penyeldiikan saat ini sedang berfokus pada cuaca buruk, kerusakan teknis, dan kesalahan pilot," ungkap Komite Investigasi kepada wartawan, dilansir Tribunnews dari TASS.
Menurut penyelidikan, ada 22 penumpang dan 6 anggota awak di dalam pesawat yang jatuh, pada Selasa (6/7/2021).
"Menurut informasi awal, puing-puing pesawat ditemukan di utara bandara Palana," kata badan tersebut.
Baca juga: Tim SAR: Tak Ada yang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat An-26 Rusia
Baca juga: Hilang dari Radar, Pesawat Rusia yang Bawa 28 Penumpang Dilaporkan Jatuh, Diduga Alami Masalah
Tim investigasi telah ke lokasi kecelakaan, mengumpulkan sampel bahan bakar di lokasi dan semua dokumen mengenai pesawat, termasuk rencana penerbangan.
Pihak terkait juga tengah meminta keterangan dari para saksi.
Sebelumnya, sebuah sumber di layanan darurat mengatakan kepada TASS bahwa kesalahan kru karena visibilitas yang buruk berkontribusi pada kecelakaan itu.
Pesawat menabrak tebing, dengan puing-puing jatuh ke Laut Okhotsk.
Para kru tidak melaporkan kerusakan apa pun, kata layanan darurat, menambahkan bahwa pesawat itu secara mekanis sehat sebelum lepas landas.
Baca juga: Indonesia dan Rusia Bahas Kerja Sama Produksi Vaksin Sputnik V
Tim penyelamat mulai menemukan mayat korban kecelakaan An-26
Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov kepada TASS, Rabu (7/7/2021) mengatakan tim penyelamat telah menemukan beberapa mayat korban kecelakaan pesawat An-26.
"Mayat pertama sekarang ditarik keluar (dari air)," tuturnya.
"Ini adalah upaya waktu nyata. Sejauh menyangkut jumlah (kematian), situasinya berubah sepanjang waktu," katanya.
Mengutip pihak berwenang setempat, TASS melaporkan bahwa Olga Mokhireva, Wali Kota Palana, termasuk di antara penumpang.
Saat perisitiwa naas ini terjadi, cuaca di daerah itu mendung.
Baca juga: Kecelakaan Pesawat Militer Filipina, 50 Orang Tewas
Baca juga: Kru Maskapai Penerbangan Asing Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Jika Akan Turun dari Pesawat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pesawat-an-26-rusia-ra-26085-d.jpg)