Minggu, 12 April 2026
Deutsche Welle

Rumah Sakit Kewalahan Seiring Lonjakan Kasus COVID-19 dan Menipisnya Persediaan Oksigen

Dalam sehari, rumah sakit kecil di Bantul biasanya butuh 20 tabung oksigen. Namun seminggu terakhir yang datang hanya sekitar 5 tabung.…

 

Sejumlah rumah sakit di Indonesia menyatakan kewalahan menangani membludaknya pasien COVID-19. Sementara kekurangan oksigen dilaporkan di beberapa daerah. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, hingga Selasa (06/07) Indonesia kembali mencetak rekor angka kematian sebanyak 728 orang akibat COVID-19 sehingga total angka kematian nasional menjadi 61.868 kasus. Sementara angka harian terkonfirmasi sebanyak 31.189 membuat jumlah kasus terkonfirmasi menjadi 2.345.018.

Rumah Sakit (RS) dr. Sardjito Yogyakarta bahkan melaporkan setidaknya 63 pasien meninggal dunia dalam kurun waktu dua hari dan 33 di antaranya meninggal setelah pasokan oksigen habis. Sementara di Jakarta, Gubernur Anies Baswedan mengatakan jumlah pemakaman dengan protokol COVID-19 meningkat 10 kali lipat pada periode Mei hingga Juli.

Platform laporan warga tentang wabah ini, yakni LaporCovid-19, melaporkan sedikitnya 265 penderita COVID-19 meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Kebanyakan mereka tengah berupaya mencari fasilitas kesehatan dan menunggu antrean untuk mendapat perawatan di IGD di rumah sakit dalam waktu satu bulan terakhir.

"Ini merupakan fenomena puncak gunung es dan harus segera diantisipasi untuk mencegah semakin banyaknya korban jiwa di luar fasilitas kesehatan. Selain memperkuat fasilitas kesehatan dan sumber daya tenaga kesehatan, harus ada pembatasan mobilitas secara ketat untuk mencegah terus melonjaknya laju penularan kasus yang akan meningkatkan risiko kematian," kata inisiator platform LaporCovid-19, Irma Hidayana, kepada DW.

Mengirit pemakaian oksigen

Dokter Sagiran, dokter sekaligus pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di RS Nur Hidayat di Bantul Yogyakarta, mengakui pasokan oksigen memang sangat kurang dalam seminggu terakhir. RS pun terpaksa memulangkan pasien karena tidak bisa memberi oksigen.

"Memang oksigen dalam lima hari kemarin kurang, kami bahkan harus menunda semua jadwal operasi yang tidak darurat," kata dr. Sagiran kepada DW Indonesia. "Dalam sehari, untuk RS kecil seperti kita saja butuh 20 tabung oksigen. Sementara seminggu terakhir yang datang paling 5 tabung oksigen sehingga kami harus irit-irit memakainya."

Sementara, ujar dia, antrean pasien masih terlihat mengular di beberapa rumah sakit. Beberapa bahkan mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien.

"Semua (pasien di) puskesmas dan klinik menumpuk, bed occupancy rate untuk kamar isolasi dan pasien kritis mencapai 100 persen," ujarnya.

Lelah tapi pantang mundur

Keadaan ini membuat dokter di rumah sakit kewalahan karena banyak dokter yang juga terpapar COVID-19 dan tidak bisa praktik karena harus menjalani isolasi mandiri.

"Kami terpaksa meminta mahasiswa tingkat akhir dan dokter muda untuk membantu menjadi relawan di rumah sakit," kata dr. Sagiran seraya menambahkan di Bantul sendiri ada 32 dokter yang terpapar COVID-19.

Ia mengatakan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan membuat kasus di Yogyakarta meningkat. Apalagi masih banyak warga yang mengadakan perayaan pernikahan, perkumpulan pengajian, dan takziah.

"Ini sangat ironis sekali, ya sedih tapi mau mengeluh bagaimana itu tugas kita. Saya sangat menyayangkan di saat kami bertugas pantang mundur dengan kemampuan terbatas, namun di sisi lain juga ada masyarakat yang gelar pesta. Kami tidak boleh menyerah," ujarnya.

Sebelumnya DW Indonesia juga mewawancarai salah satu dokter di Kudus, Jawa Tengah. DW kembali menanyakan dr. Rini mengenai perkembangan terbaru di rumah sakit tempatnya bekerja. Ia mengatakan meskipun keadaan sudah membaik, kapasitas tempat tidur masih saja penuh.

"Bulan lalu, delapan pasien meninggal setiap hari, sekarang sudah mendingan, kesadaran memakai masker juga meningkat," kata dr. Rini.

Angka positif diperkirakan lebih besar lagi

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved