Kamis, 28 Mei 2026
Deutsche Welle

Rumah Sakit Kewalahan Seiring Lonjakan Kasus COVID-19 dan Menipisnya Persediaan Oksigen

Dalam sehari, rumah sakit kecil di Bantul biasanya butuh 20 tabung oksigen. Namun seminggu terakhir yang datang hanya sekitar 5 tabung.…

Tayang:

Pakar epidemiologi dari Griffith University di Australia, Dicky Budiman, kembali memperingatkan bahwa jumlah keseluruhan angka positif COVID-19 berpotensi jauh lebih banyak daripada jumlah dalam data resmi yang dilaporkan akibat rendahnya kapasitas testing, terutama di luar kota Jakarta.

"Data yang ada sekarang ini hanya 10 persen dari data aktual yang sebenarnya. Bukan lagi double atau triple tapi lima kali lebih banyak. 21 hari yang lalu saja berdasarkan perhitungan kami sudah lebih dari 95 ribu kasus. Apalagi sekarang mungkin sudah lebih dari 100 ribu kasus per harinya," kata Dicky.

Dicky memperkirakan puncak pagebluk gelombang dua di Indonesia akan tercapai pada Juli - Agustus dan akan segera meledak dalam beberapa hari ke depan.

Ia menyarankan pemerintah segera memberikan suntikan booster untuk tenaga kesehatan mengingat kemunculan varian Delta dengan penularan enam kali lebih cepat. "Bisa dengan suntikan yang sama, Sinovac atau dengan vaksin lainnya yang dinilai ampuh melawan virus Delta itu," kata dia.

Meskipun telah divaksin, angka kematian masih tenaga medis terus bertambah. Berdasarkan data IDI pusat per 28 Juni, sebanyak 1.031 tenaga medis meninggal karena kasus COVID-19 sejak Maret tahun lalu, 405 di antaranya adalah dokter. Sementara dari Februari hingga Mei 2021, ada 61 dokter meninggal, 14 di antaranya tercatat telah menerima vaksin lengkap.

Pemerintah percepat vaksinasi

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah akan mempercepat program vaksinasi dan meningkatkan pengetesan, pelacakan dini untuk mencegah varian Delta semakin menyebar.

"Varian ini sangat menular, enam kali lebih cepat sehingga orang yang tidak memakai masker bisa ketularan dalam hitungan detik," katanya.

Pihaknya juga akan terus menambah pasokan vaksin yang ada hingga memenuhi target sejumlah 400 juta dosis. "Saat ini Indonesia ada 99,2 juta dosis dan yang sudah kita distribusi sekitar 45 juta dosis. Kita terus akan ada menerima sesuai tahapan sejumlah 400 juta dosis."

"Untuk mencegah penyebaran hoaks kami juga akan edukasi masyarakat terus-menerus, mengajak tokoh masyarakat setempat dan juga sosialisasi melalui kader kesehatan," ujar Siti Nadia Tarmizi kepada DW Indonesia.

Hingga Selasa, sebanyak 14,2 juta orang telah mendapatkan dosis lengkap vaksin COVID-19. Jumlah ini masih jauh dari target pemerintah membarikan vaksin lengkap kepada 181,5 juta orang untuk menciptakan kekebalan komunitas pada April 2022.

Indonesia telah menerima total 105,6 juta dosis vaksin yang terdiri dari 94,5 juta dosis vaksin dari Sinovac, 9,1 juta dosis dari AstraZeneca dan 2 juta dosis vaksin dari Sinopharm.

"Kami punya berbagai macam vaksin, dan cukup untuk memvaksinasi 100 persen dari populasi 18 tahun di Indonesia," ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam sebuah diskusi yang dihadiri wartawan beberapa waktu lalu.

Pihaknya terus mempercepat vaksinasi di masyarakat untuk menekan penularan virus COVID-19 dengan memasang target baru 5 juta vaksinasi per hari.

"Juli ini 1 juta vaksinasi, kemudian target Agustus 2 juta per hari dan perintah presiden kalau perlu dinaikkan sampai 5 juta per hari," kata Budi. Ia memastikan pada Juli, akan datang 31 juta dosis vaksin dan pada Agustus akan datang lagi 45 juta vaksin.

Terkait pasokan oksigen, pemerintah mengatakan telah memesan 10 ribu tabung oksigen konsentrator dari Singapura dan akan mengalihkan 100 persen pasokan oksigen untuk industri ke pasokan untuk medis selama dua pekan mendatang.

"Itu sekarang kita pesan 10 ribu dan sebagian sudah datang pakai pesawat Hercules dari Singapura dan juga kita akan ambil dari tempat lain bila kita rasa masih kurang," kata Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dalam konferensi pers virtual di Jakarta. (ae)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved