Selasa, 19 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Ultimatum Iran ke AS: Jangan Uji Kami atau Teluk Oman Jadi Kuburan Armada Perang

Iran ultimatum AS soal blokade laut. Teheran ancam Teluk Oman jadi “kuburan kapal” jika Washington terus tekan jalur energi Iran.

Tayang:
Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Iran mengancam Teluk Oman bisa menjadi “kuburan” kapal AS jika Washington terus melanjutkan blokade laut terhadap Iran
  • Blokade AS dilakukan dengan membatasi lalu lintas kapal menuju pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz dan Teluk Oman. Teheran menilai langkah tersebut sebagai bentuk perang ekonomi .
  • Iran mengkritik keberadaan armada militer AS di Teluk yang disebut sebagai warisan Perang Dingin, mengganggu perdagangan energi dunia dan memicu konflik maritim yang lebih luas.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah seorang penasihat militer senior Teheran melontarkan ancaman keras terkait blokade angkatan laut di kawasan Teluk Oman.

Penasihat Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa Teluk Oman dapat berubah menjadi “kuburan” bagi kapal-kapal Amerika Serikat jika tekanan militer terhadap Iran tidak dihentikan.

Pernyataan itu disampaikan Rezaei dalam siaran televisi pemerintah Iran pada Minggu (17/5/2026) waktu setempat.

Blokade yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran pada dasarnya adalah upaya militer untuk membatasi lalu lintas kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz dan Teluk Oman

Langkah ini mulai diberlakukan setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan damai pada April 2026. 

Secara praktis, Angkatan Laut AS mengerahkan armada militernya untuk memeriksa, mencegat, bahkan mengalihkan kapal-kapal yang dianggap membawa dukungan ekonomi atau logistik bagi Iran. Target utamanya adalah kapal tanker minyak, kapal dagang, dan jalur ekspor energi Iran

Namun Iran memandang langkah tersebut sebagai tindakan agresif dan bentuk “perang ekonomi serta militer”. 

Teheran menilai blokade laut sama dengan upaya mencekik kedaulatan negara karena menghambat akses perdagangan, distribusi minyak, dan aktivitas maritim Iran.

“Saran saya kepada AS secara militer adalah untuk mundur sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda,” ujar Rezaei.

Rezaei juga menambahkan bahwa jika blokade terus berlanjut, Iran akan menganggapnya sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan negara, keamanan nasional, dan berpotensi memicu dampak strategis jalur perdagangan energi dunia.

 “Jika kita sudah bersabar sampai sekarang, bukan berarti kita sudah menerima,” tegasnya.

Baca juga: Perang Lawan Iran Buat Ekonomi Israel Ambruk, Minus 3,3 Persen di Kuartal I 2026

Pernyataan tersebut mencerminkan posisi Iran yang menganggap blokade Amerika Serikat bukan sekadar tindakan pengawasan atau tekanan politik, melainkan eskalasi yang dapat dikategorikan sebagai bentuk agresi militer.

Menurut Iran, setiap upaya yang mengganggu keamanan jalur pelayaran di Teluk Oman dan kawasan sekitarnya akan berdampak luas, tidak hanya bagi Iran, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi global karena wilayah tersebut merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.

Kritik Kehadiran Militer AS di Teluk

Lebih lanjut, penasihat militer senior Iran, Mohsen Rezaei, mempertanyakan alasan Washington terus mempertahankan armada kapal perang di kawasan yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan situasi global saat ini.

Menurut Rezaei, keberadaan militer Amerika Serikat di Teluk merupakan warisan era Perang Dingin ketika Washington menggunakan ancaman Uni Soviet sebagai alasan utama memperkuat kekuatan militernya di Timur Tengah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved