Breaking News:

Penjualan Minuman Bir Jepang Turun Antara 2-11% Untuk Paruh Pertama Tahun 2021

Penjualan minuman bir Jepang selama setengah tahun pertama sampai dengan 1 Juli 2021 mengalami penurunan antara 2-11% dibandingkan penjualan yang sama

Richard Susilo
Berbagai bir  yang ada di Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Penjualan minuman bir Jepang selama setengah tahun pertama sampai dengan 1 Juli 2021 mengalami penurunan antara 2-11% dibandingkan penjualan yang sama tahun lalu (2020).

"Saat ini adalah saat ketika permintaan akan meningkat di festival Olimpiade. Namun  kami harus menahannya untuk sementara waktu mengingat adanya Deklarasi Darurat (PSBB) sampai dengan 22 Agustus mendatang," papar Presiden Pabrik Bir Kirin Takayuki FuseSenin (12/7/2021).

Penjualan minuman berbahan dasar bir oleh empat produsen bir besar pada semester pertama tahun ini tidak dijual untuk keperluan komersial karena penghentian penyediaan minuman beralkohol di restoran karena keadaan darurat.

Masing-masing perusahaan mengeluarkan yang pertama Keadaan darurat ini berada di bawah periode yang sama tahun lalu yang dilakukan mereka.

Volume penjualan dan penjualan bir, bir rendah malt, dan "minuman berbasis bir" atau disebut  bir ketiga yang diumumkan oleh empat pembuat bir besar selama enam bulan dari Januari hingga Juni adalah dalam keadaan darurat pertama untuk setiap perusahaan mengalami penurunan cukup besar dibandingkan periode tahun lalu ketika deklarasi situasi dikeluarkan.

Penjualan yang berkurang itu dialami oleh :
Suntory berkurang 11%
Asahi berkurang 8%
Sapporo berkurang 5%
Kirin berkurang 2%.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa penyediaan minuman beralkohol di restoran terus ditangguhkan karena keadaan darurat ketiga dampak penyebaran infeksi, dan penjualan bir komersial lesu.

Selain itu, tarif pajak untuk bir ketiga, yang relatif murah dan diminati oleh rumah tangga, dinaikkan melalui revisi Undang-Undang Pajak Minuman Keras pada Oktober tahun lalu, dan masing-masing dari sebesar 11% menjadi 13%.

Mengenai penjualan minuman berbasis bir, popularitas anggur, chu-hi, highball,  dan lainnya telah meningkat, namun ukuran pasar terus menyusut.

Untuk alasan ini, setiap perusahaan telah memutuskan untuk memperkuat jajaran bir kalengnya untuk apa yang disebut konsumsi bersarang dan fokus pada penjualan produk baru dengan kandungan gula dan alkohol yang lebih rendah.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved