Breaking News:

Polisi Jepang Salahkan Anjing Kencing Sehingga Tiang Lampu Lalu Lintas Ambruk

Polisi Jepang menyalahkan anjing yang suka kencing di lokasi rambu lalu lintas sehingga mengakibatkan tiang lampu lalu lintas ambruk belum lama ini.

Richard Susilo
Tiang lampu lalu lintas di prefektur Mie Jepang telah diperbaiki setelah ambruk beberapa waktu lalu 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Polisi Jepang menyalahkan anjing yang suka kencing di lokasi rambu lalu lintas sehingga mengakibatkan tiang lampu lalu lintas ambruk belum lama ini.

"Pada bulan Februari 2021, tiang atau pilar besi  lampu lalu lintas di persimpangan di Kota Suzuka, Prefektur Mie, ambruk dari tempatnya dan ketika diteliti ternyata gara-gara suka dikencingi anjing," papar sumber Tribunnews.com dari kepolisian Jepang Selasa (13/7/2021).

Polisi menurutnya sering perhatikan anjing di Jepang yang dibawa jalan-jalan pemiliknya sering kencing di lokasi lampu lalu lintas.

"Sejumlah kecil urin dapat berdampak besar pada fasilitas umum jika diterapkan berulang kali selama bertahun-tahun. Saat berjalan-jalan dengan seekor anjing, saya harap Anda akan menemukan cara untuk menyelesaikan ekskresi terlebih dahulu dari anjing peliharaan," papar Koji Takahashi, Kepala Divisi Pengaturan Lalu Lintas, Markas Besar Kepolisian Prefektur Mie.

Lembaga Penelitian Investigasi Ilmiah dari Markas Besar Polisi Prefektur Mie memeriksa tanah di dasar pilar, itu sama, ternyata urin (bekas kencing anjing) terdeteksi sekitar 40 kali lebih banyak daripada lampu lalu lintas lain di persimpangan.

Ada jalur anjing berjalan di dekat lampu lalu lintas yang ambruk, dan polisi telah merangkum temuan bahwa urin anjing kemungkinan telah menyebabkan pilar terkorosi.

Pada bulan Februari, pilar besi lampu lalu lintas di persimpangan Sakurajima-cho, Kota Suzuka tiba-tiba runtuh jebol akarnya.

Tidak ada yang terluka, tetapi pilar memiliki masa manfaat sekitar 50 tahun. Namun jumlah tahun sejak pemasangannya hanya 23 tahun, lalu ambruk, sehingga Lembaga Penelitian Investigasi Ilmiah Markas Besar Polisi Prefektur Mie dan yang lainnya menyelidiki penyebabnya secara rinci.

Akibatnya, kadar urin terdeteksi 42 kali lebih banyak dari tanah di dasar pilar lampu lalu lintas yang jatuh daripada lampu lalu lintas lain di persimpangan lainnya yang sama.

Oleh karena itu, ketika petugas polisi melakukan pengamatan di dekat lokasi, area di sekitar lampu lalu lintas yang jatuh adalah jalur berjalan kaki anjing, dan setelah itu, anjing itu berulang kali buang air kecil di lampu lalu lintas yang baru dipasang di lokasi yang sama.

Karena tidak ada masalah dengan bahan tiang dan cara pemasangan, polisi menyimpulkan hasil penyelidikan bahwa kemungkinan besar korosi berkembang lebih cepat dari biasanya karena garam yang terkandung dalam urin anjing.

Akiko Shibauchi, direktur Rumah Sakit Hewan Akasaka di Minato-ku, Tokyo, yang akrab dengan disiplin anjing, mengatakan, "Jika seekor anjing tidak mengeluarkan kotoran di luar saat berjalan, itu tidak akan menyebabkan stres atau penyakit yang parah. Pemilik disarankan untuk mendisiplinkan anjing di rumah daripada jalan-jalan agar anjing dapat memahami kondisi kesehatan anjing dengan melihat kondisi kotorannya seperti urin dan menyadarkan anjing bahwa ia adalah anggota masyarakat."

Dia juga berkata, "Saya pikir ada perbedaan dalam kesulitan dan rasa disiplin tergantung pada anjing, tetapi penting bagi pemiliknya untuk mengajarinya cara buang air besar sehingga cocok untuk anjing."

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved