Breaking News:

Pertama Kali di Dunia Ahli Jepang Berhasil Motret Proses Sel Karang Zooxanthellae

Untuk pertama kali di dunia para ahli Jepang berhasil memotret sel karang Zooxanthellae yang hidup, sehingga nantinya dapat mengantisipasi kerusakan

Foto Wikipedia
Sel karang Zooxanthellae 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Untuk pertama kali di dunia para ahli Jepang berhasil memotret sel karang Zooxanthellae yang hidup, sehingga nantinya dapat mengantisipasi kerusakan karang yang menjadi putih.

Zooxanthellae adalah istilah sehari-hari untuk dinoflagellate sel tunggal yang mampu hidup dalam simbiosis dengan beragam invertebrata laut termasuk demosponges, karang, ubur-ubur, dan nudibranch.

"Kelompok penelitian  Okinawa Institute of Science and Technology Graduate University telah berhasil untuk pertama kalinya di dunia dalam menangkap dan mengamati gambar saat sel-sel karang yang hidup berdampingan dengan fitoplankton yang disebut "zooxanthellae" ," ungkap sumber Tribunnews.com Kamis (15/7/2021).

Pemutihan karang telah menjadi masalah di Okinawa dan daerah lain di mana suhu air naik dan zooxanthellae lepas dan menjadi putih, dan diharapkan menjadi petunjuk untuk menjelaskan mekanisme pemutihan di masa depan sekaligus dapat mengantisipasi kerusakan tersebut nantinya.

Karang mengambil jenis fitoplankton, "zooxanthellae," dan bukannya menyediakan tempat yang aman. Zooxanthellae menerima nutrisi yang dihasilkan oleh fotosintesis, menciptakan "hubungan simbiosis."

Sebuah kelompok peneliti di Okinawa Institute of Science and Technology Graduate University dan Kochi University telah mengembangkan teknologi untuk membudidayakan sel karang yang disebut Usuedamidoriishi, dan akan mengambil gambar saat sel yang dibudidayakan dalam wadah percobaan mengambil zooxanthellae. Tingkat sukses pertama di dunia.

Dari video yang disampaikan para ahli Jepang itu terlihat sel-sel karang dengan panjang sekitar 0,03 mm memanjangkan tonjolan panjang seperti jari yang disebut pseudopodia, menempel pada zooxanthellae dengan diameter sekitar 0,01 mm, dan menelan selama kurang lebih 30 menit.

Mengenai karang, "fenomena pemutihan" di mana suhu air naik di Okinawa dan daerah lain menyebabkan zooxanthellae lepas dan menjadi putih serta menjadi masalah. Maka  penelitian ini diharapkan menjadi petunjuk untuk menjelaskan mekanisme pemutihan di masa depan.

Profesor Noriyuki Sato dari Okinawa Institute of Science and Technology Graduate University berkata, "Untuk melestarikan dan meregenerasi terumbu karang, perlu dipahami hubungan simbiosis antara karang dan zooxanthellae, dan saya pikir penelitian akan semakin cepat dengan penemuan ini."

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved