Breaking News:

Yoshihide Suga akan Mencalonkan Diri pada Pemilihan Ketua LDP September 2021

Apabila terpilih kembali sebagai Ketua LDP, otomatis Yoshihide Suga kembali akan menjadi PM Jepang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang Yoshihide Suga saat jumpa pers, Kamis (17/6/2021) malam. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Yoshihide Suga (Presiden Partai Demokrat Liberal atau LDP) mengatakan akan mencalonkan diri kembali pada pemilihan presiden partai karena berakhirnya masa jabatannya pada akhir September 2021.

"Itu akan wajar untuk mencalonkan diri sebagai presiden ketika saatnya tiba dan saya akan mencalonkan diri kembali," kata PM Yoshihide Suga dalam program TV Yomiuri, Sabtu (17/7/2021) pagi.

Apabila terpilih kembali sebagai Ketua LDP, otomatis Yoshihide Suga kembali akan menjadi PM Jepang.

PM Jepang ditetapkan oleh banyaknya (mayoritas) anggota parlemen yang menguasai DPR Jepang.

Jika LDP dan Komeito kembali menjadi mayoritas dan Suga menjadi Ketua LDP kembali, otomatis Suga akan menjadi PM Jepang untuk kedua kalinya.

Mengenai penurunan peringkat persetujuan Kabinet, Perdana Menteri Suga menekankan, "Saya pikir ada berbagai alasan, tetapi saya dengan rendah hati menerimanya. Apa yang saya janjikan kepada rakyat perlu dipraktikkan dan minta mereka menilai hasilnya."

Mengenai perombakan kabinet menjelang pemilihan DPR untuk pembaruan personel, dia mengatakan, "Pertama-tama, kami akan melakukan yang terbaik untuk mengambil tindakan terhadap vaksin (virus baru) di kabinet saat ini."

Mengenai keputusan pembubaran DPR, Suga menyatakan akan memprioritaskan upaya pencegahan corona.

Baca juga: PM Jepang Yoshihide Suga Sidak Bandara Internasional Haneda

"Masa jabatan saya terbatas. Masa jabatan anggota DPR sama, tetapi pembubaran dan pemilihan umum mulai terlihat. Itu akan terjadi," kata Suga.

Perdana menteri mengeluh tentang vaksinasi umum.

"Pada akhirnya, saya ingin menyelesaikan vaksinasi semua orang yang diinginkan pada awal Oktober hingga November," ujarnya.

Suga menunjukkan bahwa akan memakan waktu terlalu lama untuk menyetujui vaksin dan obat-obatan terapeutik, dan menyatakan kesediaannya untuk benar-benar ingin mengubah undang-undang ketika (tindakan korona) telah diselesaikan.

Hal itu dipikirkannya mengantisipasi persiapan untuk penyakit menular berikutnya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved