Breaking News:

Jepang Kecam Serangan Siber Berbagai Kelompok yang Didukung Pemerintah China

Jepang menekankan pentingnya keamanan dunia maya untuk menjamin perdamaian dan kemakmuran masyarakat internasional termasuk Jepang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menlu Jepang Toshimitsu Motegi saat jumpa pers, Selasa (15/6/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang mengecam serangan siber (cyber) yang dilakukan berbagai kelompok dan ternyata didukung oleh pemerintah China.

"Kasus serangan siber termasuk yang dilakukan oleh kelompok yang dikenal sebagai APT40 ternyata berada di belakang pemerintah China," ungkap Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, Selasa (20/7/2021).

Oleh karena itu Jepang menekankan pentingnya keamanan dunia maya untuk menjamin perdamaian dan kemakmuran masyarakat internasional termasuk Jepang.

"Hal itu sebenarnya telah ditegaskan kembali pada KTT Pemimpin G7 baru-baru ini yang diadakan di Inggris," ujarnya.

Dengan latar belakang ini, pada 19 Juli 2021 (waktu setempat), Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara lain mengeluarkan pernyataan publik termasuk tentang kelompok yang melakukan serangan siber yang dikenal sebagai APT40 yang didukung oleh pemerintah China.

Tuduhan negara maju termasuk Jepang yang mendakwa empat anggota APT40 telah dikeluarkan di Amerika Serikat.

"Jepang juga menilai bahwa sangat mungkin pemerintah China berada di belakang APT40 dan telah memberikan perhatian yang mendalam terhadap serangan-serangan APT40 dan lainnya yang mengancam keamanan dunia maya," ujarnya.

Jepang sangat mendukung pernyataan publik Inggris, Amerika Serikat dan negara-negara lain yang menyatakan tekadnya untuk menegakkan tatanan internasional berbasis aturan di dunia maya.

"Selain itu Jepang baru-baru ini membuat pengumuman tentang serangan siber yang kemungkinan besar melibatkan kelompok Ancaman Persisten Tingkat Lanjut yang disebut Tick, yang melibatkan Unit 61419 dari Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok."

Baca juga: Ilmuwan China Sebut Asal Usul Covid-19 Alamiah, Bukan Artifisial

"Jepang lebih lanjut menegaskan bahwa perusahaan Jepang juga menjadi sasaran dalam kasus tersebut oleh kelompok yang dikenal sebagai APT40," kata dia.

Aktivitas siber jahat yang berpotensi merusak fondasi demokrasi yang diwujudkan oleh ruang siber yang bebas, adil, dan aman tidak dapat dimaafkan.

"Pemerintah Jepang menganggapnya sebagai masalah yang sangat memprihatinkan dari sudut pandang keamanan nasional, dengan tegas mengutuk dan akan mengambil tindakan tegas terhadap kegiatan ini," katanya.

Pemerintah Jepang akan terus menjalin kerja sama yang erat dengan masyarakat internasional termasuk negara-negara G7 dan melakukan upaya-upaya untuk mengembangkan dunia maya yang bebas, adil dan aman.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved