Breaking News:

Olimpiade 2021

Aksi 8 Atlet Israel yang Rusak Tempat Tidur Kardus Dikecam Warga Jepang

Pembuat video akhirnya menghapus video tersebut dan telah meminta maaf kepada dunia atas perbuatan yang dilakukannya bersama 8 orang Israel tersebut.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
8 atlet Israel melakukan tes kekuatan tempat tidur dari kardus di Desa Olimpiade. Tempat tidur kardus itu akhirnya rusak. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Delapan atlet asal Israel mendapat kecaman setelah melakukan aksi perusakan terhadap tempat tidur dari kardus di Desa Olimpiade Jepang.

Diketahui para atlet Olimpiade disiapkan tempat tidur yang terbuat dari kardus.

Menurut panitia, meskipun terbuat dari kardus, tempat tidur terebut memiliki kekuatan hingga 200 Kg.

Namun para atlet Israel sengaja mencoba kekuatan tempat tidur hingga akhirnya jebol.

"Apa yang dilakukan adalah lelucon dan tindakan yang tidak termaafkan, tetapi sebaliknya, daya tahan yang dipatahkan oleh delapan pria kuat itu bagus sebagai bukti kekuatan bed," kata Nami Honda, seorang netizen Jepang.

"Itu tindakan barbar. Pendidikannya kayak apa ya mereka itu, keterlaluan sekali," papar Akiyama, warga Tokyo.

Dalam sebuah video yang diunggah pada Senin, 26 Juli 2021, memperlihatkan tim Israel menguji kapasitas sebenarnya ranjang kardus di Olympic Village, Tokyo, Jepang.
Dalam sebuah video yang diunggah pada Senin, 26 Juli 2021, memperlihatkan tim Israel menguji kapasitas sebenarnya ranjang kardus di Olympic Village, Tokyo, Jepang. (BWANGAH via TIKTOK via KOMPAS.COM)

Namun ada juga yang melihat aksi atlet Israel tersebut sebagai promosi bagi pembuat tempat tidur dari kardus tersebut.

"Sebaliknya, bukankah itu iklan yang bagus? Setelah olimpiade, sepertinya akan laris di Jepang dan luar negeri (tampaknya mudah dipindahkan), jadi sepertinya kita bisa membuat yang ke-2 dan ke-3. Tidak apa-apa untuk ditiduri oleh 8 orang!" papar Aosora, netizen lainnya.

Sindiran lain juga disampaikan Azuma Sho.

"Bagaimanapun, kemampuan teknologi perusahaan Jepang luar biasa. Terima kasih telah memberi tahu dunia tentang daya tahan tempat tidur kardus," tulis Azuma.

Pembuat video akhirnya menghapus video tersebut dan telah meminta maaf kepada dunia atas perbuatan yang dilakukannya bersama 8 orang Israel tersebut.

Hingga saat ini video tersebut sudah diakses lebih dari 650.000 kali di Youtube.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved