Breaking News:
Deutsche Welle

Dekarbonisasi: AS Gandakan Tekanan, Cina dan Australia Bergeming

Dunia dikejutkan oleh laporan “mengerikan” PBB terkait masa depan iklim Bumi. Namun ketika sebagian negara menggandakan dukungan…

 

Pemimpin dunia, kelompok lingkungan dan pemangku kebijakan bereaksi dramatis terhadap laporan Panel Antarnegara Tentang Perubahan Iklim PBB (IPCC) yang menyimpulkan kenaikan rata-rata suhu Bumi sebesar 1,5 derajat Celcius sudah akan tercapai pada 2030.

Amerika Serikat termasuk yang paling lantang. Utusan khusus Iklim AS, John Kerry, mewanti-wanti bahwa "krisis iklim bukan hanya sudah melanda, tetapi berkembang menjadi lebih dahsyat,” kata dia.

Hal serupa diungkapkan Menteri Luar Negeri Anthony Blinken. Dalam sebuah pernyataan pers, dia mendesak pemimpin dunia dan pelaku usaha untuk "bergegas dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk melindungi planet kita.”

Bagi Frans Timmermann, Wakil Direktur Iklim Uni Eropa, laporan setebal 3.500 halaman itu membuka peluang aksi, "sekarang belum terlambat untuk membalikkan arus dan mencegah perubahan iklim tak terkendali.”

Laporan IPCC merupakan satu dari tiga studi mengenai kondisi iklim Bumi yang disiapkan menjelang Konferensi Iklim di Inggris, COP26, pada November mendatang. PM Boris Johnson mengaku hasil riset itu "membuat kita tersadar.”

"Saya harap laporan IPCC akan menjadi lonceng peringatan bagi dunia untuk mengambil tindakan, sebelum kia bertemu di Glagow bulan November untuk KTT COP26,” ujar Johnson.

Hal senada diungkapkan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang menulis "waktunya untuk marah sudah lewat. Di Glasgow, mari kita buat kesepakatan yang mencerminkan kedaruratan ini.”

Imbauan keras juga dilayangkan Aliansi Negara Kepulauan Kecil (AOSIS) yang termasuk paling terancam oleh kenaikan permukaan air laut. "Kita harus membalikkan keadaan,” kata Diann Black-Lyne, negsiator iklim Antigua dan Barbuda, Senin (9/8).

"Faktanya adala jika kita memanaskan iklim Bumi sebanyak 1.5° C, kami masih akan menghadapi kenaikan air laut setinggi setengah meter. Tapi jika kita berusaha mencegah kenaikan rata-rata suhu sebanyak 2 derajat Celcius, maka artinya kita bisa mencegah kenaikan tiga meter. Itulah masa depan kami,” kata dia.

Prioritas kepentingan ekonomi

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved