Breaking News:

Perang Afghanistan

Pejabat AS: Taliban Bisa Kuasai Ibu Kota Afghanistan dalam 90 Hari

Pejabat AS memperingatkan ibu kota negara, Kabul, sebagai pusat pemerintah Afghanistan bisa jatuh dalam kekuasaan Taliban hanya dalam 90 hari.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
AFP
Sebuah bendera Taliban terlihat dengan orang-orang berkumpul di sekitar alun-alun kota utama di Pul-e-Khumri pada Rabu (11/8/2021) setelah Taliban merebut Pul-e-Khumri, ibu kota Provinsi Baghlan sekitar 200 km sebelah utara Kabul. 

TRIBUNNEWS.COM - Pejabat AS memperingatkan ibu kota negara Afghanistan, Kabul, bisa jatuh dalam kekuasaan Taliban hanya dalam 90 hari.

Mengutip laporan Al Jazeera dari Washington Post, pejabat AS ini khawatir Taliban bergerak lebih cepat dari perkiraan awal pasca penarikan pasukan AS dan sekutu.

Sejak serangan masif mulai pekan lalu, Taliban telah berhasil menguasai 9 ibu kota provinsi di Afghanistan.

Dengan ini, Taliban diperkirakan mampu mengisolasi Kota Kabul dalam 30 hari, jelas seorang pejabat kepada Reuters.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Washington Post dengan syarat anonim, bahwa "semuanya bergerak ke arah yang salah."

Baca juga: Taliban Kuasai Afghanistan, Joe Biden Mengaku Tak Menyesal Tarik Pasukan AS

Baca juga: Taliban Terus Merangsek, Presiden Afghanistan Pecat Kepala Staf Militer

Warga terdampar menunggu pembukaan kembali penyeberangan perbatasan yang ditutup oleh pihak berwenang, di Chaman pada Sabtu (7/8/2021), setelah Taliban menguasai kota perbatasan Afghanistan dalam serangan cepat di seluruh negeri.
Warga terdampar menunggu pembukaan kembali penyeberangan perbatasan yang ditutup oleh pihak berwenang, di Chaman pada Sabtu (7/8/2021), setelah Taliban menguasai kota perbatasan Afghanistan dalam serangan cepat di seluruh negeri. (AFP)

Namun Presiden AS Joe Biden mengaku tidak menyesal dengan penarikan tersebut.

Menurutnya Afghanistan harus memperjuangkan bangsanya sendiri.

"Lihat, kami menghabiskan lebih dari satu triliun dolar selama 20 tahun," kata Biden dalam konferensi pers pada Selasa (10/8/2021).

"Kami melatih dan melengkapi peralatan modern kepada 300.000 pasukan Afghanistan."

"Para pemimpin Afghanistan harus bersatu. Kami kehilangan ribuan (korban) – meninggal karena kematian dan cedera – ribuan personel Amerika," ujar Biden.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved