Kamis, 4 Juni 2026

Konflik di Afghanistan

Taliban Sudah Menguasai Kabul, Ashraf Ghani Tinggalkan Afghanistan, Ingin Cegah Pertumpahan Darah

Presiden Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan setelah Taliban menguasai ibu kota Kabul, ingin mencegah pertumpahan darah.

Tayang:
PRESS OFFICE OF PRESIDENT OF AFGHANISTAN / AFP
Foto resmi yang diambil pada 7 Agustus 2020 dan dirilis oleh Kantor Pers Presiden Afghanistan, memperlihatkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memberi isyarat jari telunjuk saat ia berbicara pada hari pertama pertemuan akbar majelis Loya Jirga di Aula Loya Jirga di Kabul. Ribuan warga Afghanistan memulai pertemuan selama tiga hari di Kabul pada 7 Agustus untuk memutuskan apakah akan membebaskan sekitar 400 tahanan Taliban. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan setelah Taliban memasuki wilayah ibu kota Kabul.

Ghani mengatakan ia ingin menghindari pertumpahan darah, menandakan berakhirnya eksperimen Barat selama 20 tahun yang bertujuan untuk membangun kembali Afghanistan.

Taliban menyebar ke seluruh ibu kota pada Minggu (15/8/2021) dan menguasai istana kepresienan.

AlJazeera memperoleh rekaman eksklusif komandan Taliban di istana, terlihat pula puluhan pejuang bersenjata.

Kabul dicekam kepanikan, dengan helikopter berlalu-lalang di atas kota sepanjang hari untuk mengevakuasi anggota kedutaan Amerika Serikat (AS).

Foto selebaran ini diambil pada 23 Februari 2021 dan dirilis oleh Kantor Pers Presiden Afghanistan menunjukkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berbicara selama upacara di Istana Kepresidenan di Kabul, ketika Afghanistan meluncurkan kampanye vaksinasi Covid-19.
Foto selebaran ini diambil pada 23 Februari 2021 dan dirilis oleh Kantor Pers Presiden Afghanistan menunjukkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berbicara selama upacara di Istana Kepresidenan di Kabul, ketika Afghanistan meluncurkan kampanye vaksinasi Covid-19. (Kantor Pers Presiden Afghanistan / AFP)

Baca juga: Siapa Taliban dan Apa yang Terjadi saat Ini di Afghanistan? Berikut 5 Hal yang Perlu Diketahui

Baca juga: Aksi Pasukan Taliban Saat Sweeping Rumah Mewah Milik Petinggi Militer Afghanistan

Asap membubung di dekat kompleks kedutaan saat staf menghancurkan dokumen penting dan bendera AS diturunkan.

Beberapa negara Barat yang ada di Afghanistan juga bersiap untuk menarik orang-orang mereka keluar.

Orang-orang Afghanistan yang takut bahwa Taliban bisa menerapkan kembali aturan brutal yang menghilangkan hak-hak wanita, bergegas meninggalkan negara itu.

Mereka mengantre di mesin ATM untuk menarik tabungan.

Orang-orang miskin - yang telah meninggalkan rumah di pedesaan demi keamanan ibu kota - tinggal di taman dan ruang terbuka di seluurh kota.

Saat Taliban mendekat ke arah Kabul, Presiden Ashraf Ghani terbang ke luar negeri.

"Mantan Presiden Afghanistan meninggalkan Afghanistan, meninggalkan negara dalam situasi sulit ini," kata Abdullah, Kepala Dewan Rekonsiliasi Nasional Afghanistan.

"Tuhan harus meminta pertanggungjawabannya."

Ghani kemudian mengunggah di Facebook bahwa dia memilih meninggalkan Afghanistan untuk mencegah pertumpahan darah di ibu kota, tanpa mengatakan ke mana dia pergi.

Media lokal melaporkan Ghani pergi ke Tajikistan.

Ribuan rakyat Afghanistan mengungsi dan tidur di pinggir jalan di ibu kota Kabul. Mereka melarikan diri setelah kampung halaman mereka yang diserang Taliban. (Sumber: BBC )
Ribuan rakyat Afghanistan mengungsi dan tidur di pinggir jalan di ibu kota Kabul. Mereka melarikan diri setelah kampung halaman mereka yang diserang Taliban. (Sumber: BBC ) (Via Kompas.TV)

Baca juga: Kepanikan Warga Afghanistan, Kabul Satu-satunya Kota Utama yang Belum Dikuasai Taliban

Baca juga: Taliban Mulai Memasuki Ibu Kota Afghanistan, Sebut Tidak akan Ambil Kabul dengan Paksa

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved