Virus Corona
Apakah Yakuza Jepang Divaksinasi Covid-19? Bisa dengan ''Vaksin Gelap'' tapi Banyak Kendalanya
Penyebaran corona tetap meluas di Jepang dan yang memiliki kupon vaksinasi dapat divaksinasi.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Penyebaran corona tetap meluas di Jepang dan yang memiliki kupon vaksinasi dapat divaksinasi.
Kupon berasal dari catatan pemerintah mengenai masyarakat yang punya kartu asuransi.
Apakah Yakuza (mafia Jepang) punya kartu asuransi?
Pada umumnya yakuza Jepang tak memiliki kartu asuransi? Mengapa? Terkait laporan pajak dan pembayaran premi asuransi.
Umumnya yakuza menghindari pajak, tak (mau) berurusan dengan pajak. Artinya tak akan dapat kartu asuransi, berarti tidak akan dikirimkan kupon vaksinasi.
Benar. Yakuza tak punya kupon vaksinasi dan tidak mendapatkan vaksinasi secara resmi.
"Logikanya pasti terjadi cluster di kalangan yakuza dan penyebaran yang meluas corona di kalangan corona saat pandemi ini," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu (25/8/2021).
Pada awal Agustus 2021, 300 anggota berkumpul untuk bertemu dengan sumber eksekutif (salah satu pimpinan gangster/yakuza) yang baru dibebaskan dari penjara Gifu.
"Penyebaran infeksi meluas di antara orang-orang yang terlibat dalam kelompok. Dari segi pengalaman, tingkat penyakit lebih tinggi daripada di dunia. Banyak orang menjalani kehidupan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi stimulan. Daya tahan mungkin melemah dan cluster corona semakin merajalela di kalangan yakuza saat ini," tambahnya.
Pekerjaan anggota yakuza memang bukan model teleworks saja di belakang meja. Kebanyakan pertemuan satu orang dnegan lain orang (offline).
“Pekerjaan kami menekankan pada kekeluargaan bertemu satu sama lain, jadi tidak ada yang teleworking. Beberapa hari yang lalu, 300 orang berkumpul di dekat Penjara Gifu untuk merayakan dibebaskannya beberpa eksekutif dari penjara. Meskipun mereka mengenakan masker, terjadi klaster. Itu tidak aneh. Seorang anggota kenalan saya di usia 40-an meninggal ketika dia dia terinfeksi Corona dan menjadi serius. Itu sangat cepat dan saya benar-benar takut," lanjut sumber itu lagi.
Bahkan, seorang gangster yang ditunjuk di wilayah Kanto (Tokyo dan sekitarnya) bahkan mengeluarkan pemberitahuan markas yang menyatakan, "Hati-hati jangan sampai sakit, seperti infeksi virus corona."
Oleh karena itu, vaksinasi merupakan tugas mendesak bagi mereka yang terlibat dalam gangster.
Namun, banyak dari mereka memiliki rintangan yang lebih tinggi untuk inokulasi daripada orang biasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/yakuza-dan-pedang-nih3.jpg)