Amerika Versus Venezuela
Serang Venezuela, Donald Trump Incar Bisnis Narkoba, Minyak, dan China
Kini Maduro dan istrinya telah berada di AS dan akan disidangkan terkait tuduhan narkoba dan korupsi.
Ringkasan Berita:
- Ada tiga poin penting dari invasi militer AS ke Venezuela yakni soal bisnis narkoba, penguasaan minyak, dan menyerang secara tidak langsung China
- Venezuela merupakan negara penghasil minyak terbesar dunia dan narkoba terutama kokain dari Meksiko pintu utamanya melalui Venezuela
- Bisnis narkoba di Amerika latin memegang peranan penting selama ini menggerakkan perekonomian
- Setelah menguasai Venezuela maka AS juga bisa memaksa memulangkan sekitar 700.000 imigran Venezuela ke AS
TRIBUNNEWS.COM, AS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro sempat bertemu dengan Qiu Xiaoqi, utusan khusus China Tiongkok untuk Amerika Latin, sebelum ditangkap militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Pertemuan itu diadakan di Istana Kepresidenan Miraflores.
Kini Maduro dan istrinya telah berada di AS dan akan disidangkan terkait tuduhan narkoba dan korupsi.
Di balik serangan militer AS ke Venezuela, Presiden AS Donald Trump setidaknya memiliki tiga target utama yakni bisnis narkoba di Amerika latin, cadangan minyak Venezuela yang diklaim terbesar di dunia, serta secara tidak langsung 'menyerang' China.
Dan rencana cadangan yakni memulangkan paksa imigran Venezuela yang saat ini banyak tinggal di AS.
Pintu bisnis narkoba di Amerika Latin
Kartel narkoba yang berbasis di Meksiko adalah pemasok utama narkoba ilegal yang mencapai AS.
Namun untuk sampai ke AS, Venezuela merupakan koridor transit penting untuk kokain.
Di perbatasan Venezuela juga disebut terdapat laboratoriun pengolahan kokain dan jalur perdagangan narkoba yang memasok pasar konsumen internasional.
Narkoba biasanya transit melalui Zulia melalui Danau Maracaibo, yang bermuara ke Laut Karibia.
Zulia adalah wilayah Venezuela barat laut. Zulia berbatasan di utara dengan Teluk Venezuela dan di barat dengan Kolombia.
Dari Zulia, muatan narkoba itu sering menuju pulau-pulau Aruba, Bonaire, dan Curaçao sebelum dikirim ke Eropa.
Sebagian lainnya dikirim lebih jauh ke timur untuk dikirim dari negara bagian pesisir Carabobo dan La Guaira ke pulau-pulau Karibia terdekat.
Sementara sebagian lainnya diterbangkan langsung dari landasan udara rahasia di Zulia ke Amerika Tengah dan Amerika Serikat.
Yang tak boleh dilupakan bahwa di balik invasi itu, AS juga bisa memaksa memulangkan sekitar 700.000 imigran Venezuela ke AS.
Program Donald Trump yang digaung-gaungkan sejak masa kampanye memulangkan para imigran Amerika latin ke negaranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRUMP-SOAL-THAILAND-DENGAN-KAMBOJA-12122025.jpg)