Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Evakuasi Warga Jepang dari Afghanistan Dinilai Terlambat

Media Jepang menyebut evakuasi warga Jepang di Afghanistan terlambat dilakukan, bahkan ada pula yang mengatakan gagal.

Foto SDF Jepang
Pesawat angkut badan bela diri Jepang (SDF) C-130 berangkat dari bandara di Saitama untuk mengevakuasi warga Jepang di Afghanistan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Media Jepang menyebut evakuasi warga Jepang di Afghanistan terlambat dilakukan, bahkan ada pula yang mengatakan gagal. Para politisi pun mulai berkomentar.

"Apakah mungkin untuk mengatakan bahwa pengiriman pesawat SDF berhasil? Saya pikir terlalu terlambat mengavakuasi warga Jepang dari Afghanistan, bahkan misi dilakukan dengan menyelamatkan hanya satu orang Jepang," ungkap seorang politisi partai oposisi Jepang.

Kantor berita Jiji menuliskan kegagalan tersbeut.

"Bertujuan untuk menyelamatkan penduduk Jepang serta staf Afghanistan yang bekerja di kedutaan Jepang dan kantor lapangan Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), tetapi terpaksa menyerah karena situasi yang memburuk."

"Keterlambatan tanggapan awal dan kurangnya prospek, yang memakan waktu delapan hari sejak jatuhnya ibu kota Kabul hingga pesanan pengiriman, disebut-sebut sebagai faktor kegagalan (penyelamatan)," tulis Jiji, Kamis (2/9/2021).

Sankei Shimbun, Kamis (2/9/2021) juga menuliskan kegagalan tersebut.

"Sebuah pertemuan bersama Subkomite Pertahanan Partai Demokrat Liberal dan lainnya membahas pengiriman pesawat SDF ke Afghanistan pada tanggal 2 September," tulisnya.

"Mengenai kegagalan untuk menyelamatkan sekitar 500 anggota staf lokal kedutaan Jepang, anggota parlemen menunjukkan keterlambatan pengiriman, dan ada juga panggilan untuk peninjauan sistem dan operasi hukum saat ini."

"Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah mengumumkan bahwa pejabat lokal telah menginstruksikan kedutaan besar Jepang di negara tetangga untuk bekerja pada perlindungan jika mereka mengungsi melalui darat."

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved