Breaking News:

Kaisar Jepang Pindahan Kembali ke Kaisaran Setelah Bangunan Dipercantik

Kaisar Naruhito dan keluarganya pindah kembali ke kediaman kekaisaran semula setelah dipercantik sejak pergantian kekaisaran di masa lalu.

Richard Susilo
Kaisar Naruhito bersama Permaisuri Masako dan puterinya Aiko disaksikan adiknya Putera Mahkota Akishinomiya saat mau pindahan ke Kaisaran yang sudah dipercantik 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Kaisar Naruhito dan keluarganya akhirnya pindah kembali ke kediaman kekaisaran semula setelah dipercantik selama ini sejak pergantian kekaisaran di masa lalu.

Yang Mulia Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako serta  (Toshimiya) Aiko, putri Kaisar, dipindahkan dari Istana Kekaisaran Akasaka  ke Istana Kekaisaran semula kemarin (6/9/2021).

Dalam kepindahan keluarga Kaisar kali ini, respon yang tidak biasa diambil selama periode ketika keluarga membawa barang bawaan mereka ke Istana Kekaisaran yang baru, di mana mereka akan membawa tempat tidur mereka ke Istana Kekaisaran dan istana tidak ada fasilitas akomodasi.

Baca juga: Kota Shintomi Miyazaki Bakal Jadi Tempat Lepas Landas Pesawat Stealth F35B Jepang

Selain itu tidak seperti biasa, karena adanya pandemi corona, perpindahan tersebut tanpa upacara resmi apa pun seperti dilakukan para Kaisar di masa lalu sebagai antisipasi corona.

Di latar belakang, dikatakan bahwa ada perasaan yang kuat dan keprihatinan Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri yang khawatir tentang virus corona baru dan dekat dengan orang-orang yang menahan diri untuk pulang atau bepergian.

Saat pindah karena penggantian pada tahun 1993, Kaisar dan istrinya tinggal di Vila Kekaisaran Hayama (Kota Hayama, Prefektur Kanagawa). S

etelah ini, diasumsikan bahwa keluarga tersebut juga akan tinggal di Vila Kekaisaran Nasu (Kota Nasu, Prefektur Tochigi) kali ini sebagai tempat peristirahatan.

Baca juga: Siswa Kelas 6 SD di Katsushika-ku Tokyo Jepang Mulai Divaksinasi Covid-19

Namun, sejak Juli, keadaan darurat telah diumumkan di wilayah yang luas termasuk Tokyo.

Menurut para pembantunya, Yang Mulia prihatin dengan situasi infeksi yang parah, mengatakan bahwa "pergerakan melintasi perbatasan prefektur mungkin merupakan pesan yang menjadi tanda tanya bagi orang-orang."

Halaman
12
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved