Breaking News:

Konflik di Afghanistan

WHO: Ratusan Pusat Kesehatan di Afghanistan Terancam Ditutup

Ratusan fasilitas medis di Afghanistan terancam ditutup karena donor dari negara Barat yang selama ini membiayai mereka kini dilarang.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
AFP/HOSHANG HASHIMI
Ilustrasi: Perempuan Afghanistan ikut serta dalam pawai protes untuk hak-hak mereka di bawah pemerintahan Taliban di pusat kota Kabul pada 3 September 2021. AFP/HOSHANG HASHIMI 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Ratusan fasilitas medis di Afghanistan terancam ditutup karena donor dari negara Barat yang selama ini membiayai mereka kini dilarang berurusan dengan pemerintahan baru Taliban.

Pernyataan ini disampaikan seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin kemarin.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (7/9/2021), Direktur Darurat Nasional WHO, Rick Brennan mengatakan sekitar 90 persen dari 2.300 fasilitas kesehatan di negara itu mungkin harus ditutup segera pada pekan ini.

Ia menjelaskan, banyak donor Barat memiliki peraturan yang mencegah mereka berurusan dengan kelompok militan itu.

Kendati demikian, Brennan tidak menjelaskan rincian lebih lanjut terkait aturan tersebut.

Baca juga: Bantah Klaim Taliban, Ahmad Massoud Mengajak Pemberontakan di Seluruh Afghanistan

"Kami akan menghentikan operasi di sebagian besar (fasilitas kesehatan). Diperkirakan hingga 90 persen mungkin akan berhenti berfungsi pada akhir pekan ini dan penghentian ini tentunya akan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit dan kematian," kata Brennan.

Namun, WHO berusaha mengisi kesenjangan itu dengan menyediakan pasokan, peralatan, serta bantuan pembiayaan ke 500 pusat kesehatan di sana.

Lembaga tersebut juga bekerja sama dengan Qatar untuk pengiriman tim medis yang akan datang menggunakan pesawat.

Baca juga: Perlawanan Afghanistan: Pakistan Bantu Taliban di Panjshir, Beri Dukungan Udara

"Kami berharap dua hingga tiga muatan pesawat diterbangkan dari pemerintah Qatar ke Kabul (ibu kota Afghanistan) mungkin dalam pekan depan atau setelah itu," jelas Brennan.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved