Kamis, 14 Mei 2026

Gara-gara Ponsel, Wanita Jepang Tewas Dihantam Kereta Api

Belum lama ini seorang wanita Jepang usia 31 tahun dihantam kereta api dan langsung meninggal dunia. 

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
Richard Susilo
Ilustrasi wanita Jepang setelah melintas jalan kereta api dan pintu perlintasan kereta api menutup, dia tetap diam tak bergerak di dalam lintasan pintu kereta api karena terlalu fokus kepada ponselnya saja. Tak lama kereta api lewat dan menghantamnya, meninggal. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Belum lama ini seorang wanita Jepang usia 31 tahun dihantam kereta api dan langsung meninggal dunia. 

Saat itu korban terlalu fokus kepada ponselnya sambil berjalan melintasi rel kereta api, padahal pintu lintasan kereta api ditutup, dan berhenti di depannya, tetap masih melihat kepada ponsel saja.

"Kejadiannya di lintasan pintu kereta api dekat stasiun Tobu Toju stasiun Nerima tanggal 8 Juli 2021 jam 7:30 malam," papar sumber Tribunnews.com Kamis (9/9/2021).

Setelah keluar dari gerbang tiket stasiun dia mencoba menyeberangi perlintasan kereta api.

Namun karena sangat fokus saja dengan ponselnya sambil berjalan, tak tahu ada kereta api mau lewat dan terhenti di dalam pintu kereta api, sesaat kemudian langsung dihantam kereta api dan meninggal dunia di tempat.

Situasi saat itu terekam kamera keamanan di sekitar lokasi.

Wanita itu mulai melintasi perlintasan kereta api sekitar pukul 19.30.

Saat itu, dia memegang smartphone dengan kedua tangan dan menatap layar ponsel sambil berjalan.

Kemudian penghalang mulai turun, dan orang-orang di sekitar nya  dengan cepat keluar dari perlintasan kereta api.

Baca juga: Jenguk Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Menteri Yasonna Beri Santunan Rp30 Juta

Namun, wanita itu tampaknya tidak terburu-buru. Sebaliknya, dia berhenti di depan penghalang yang turun.

Beberapa puluh detik kemudian, dia ditabrak kereta api yang datang dari kiri dan meninggal dalam waktu sekitar 28 detik sesuai rekaman video yang diungkap kepolisian.

Akibat dari analisis gambar kamera keamanan Departemen Kepolisian Metropolitan, wajah wanita itu beralih ke smartphone hingga akhir.

"Kecelakaan yang sulit dipercaya karena wanita itu tampak sama sekali tak perhatikan sekitar, hanya terfokus kepada ponselnya sehingga bahaya yang datang tak disadarinya sama sekali."

 Sebanyak 17 kereta berhenti di Stasiun Tobu-Nerima, naik turun dalam satu jam mulai pukul 19.00. Namun beberapa kereta melewati stasiun seperti kereta ekspres dan kereta cepat, dan menemukan  penghalang sering turun selama waktu ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved