Breaking News:

Setelah Lebih 1 Tahun Tabrak Lari Speed Boat, Bos Perusahaan Jepang Akhirnya Ditangkap

pria yang ditangkap dalam sebuah kecelakaan terhadap tiga orang tua dan anak (Eidai Toyoda), sebuah speed boat  dikendarai tersangka menghantam 3 oran

Richard Susilo
Polisi menyelidiki lokasi kejadian.  Tersangka Tsuyoshi Sato (insert), seorang pejabat perusahaan berusia 44 tahun di Chuo-ku, Tokyo,ditangkap kemarin dengan tuduhan tabrak lari Speed Boat mengakibatkan 1 anak meninggal dan dua luka berat bahkan ibu sang anak kaki kirinya harus diamputasi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Setelah lebih dari satu tahun penyelidikan polisi atas kasus tabrak lari speed boat di sebuah danau oleh pelaku tersangka Tsuyoshi Sato (44) bos sebuah perusahaan Jepang di Chuo-ku Tokyo, akhirnya polisi menangkapnya kemarin (14/9/2021).

Menurut saksi mata, pria yang ditangkap dalam sebuah kecelakaan terhadap tiga orang tua dan anak (Eidai Toyoda), sebuah speed boat  dikendarai tersangka menghantam 3 orang itu dan seorang anak tewas, ibunya terpaksa diamputasi kaki kirinya serta ayahnya luka pula di Danau Inawashiro, Prefektur Fukushima, tanggal 6 September 2020 sekitar pukul 11:00 waktu Jepang.

Menurut saksi dan pejabat pada saat kecelakaan itu, perahu yang dioperasikan oleh Sato sedang menavigasi danau dengan kecepatan tinggi tanpa memperlambat area yang telah diputuskan oleh Dewan Danau Inawashiro dan lainnya.

Sato membantah tuduhan itu dan sampai kini (15/9/2021)  menyatakan dirinya  tidak bersalah karena tidak tahu (tidak merasa) terjadi  (ada) kecelakaan tersebut.

Polisi akan memindahkan dokumen lengkap tuntutan kepada Sato ke kantor kejaksaan pada sore hari ini (15/9/2021)  dan melanjutkan penyelidikan skala penuh.

Pada bulan September tahun lalu di Nakatahama di Danau Inawashiro, Minato-cho, Kota Aizuwakamatsu, Prefektur Fukushima, seorang anggota keluarga yang sedang melakukan rekreasi air berenang di danau tersebut.

Tersangka mengendarai speed boat dengan kencang sekali dan menghantam satu keluarga itu. Kapal speed boat berisi 10 orang.

Seorang anak laki-laki di Kota Noda, Prefektur Chiba, yang duduk di kelas tiga sekolah dasar, terbunuh setelah ditabrak speed boat dan kabur seolah tak terjadi apa-apa.

Tersangka menurut saksi mata di lingkungannya, memiliki beberapa property dan mendapatkan uang sewa tiap property sekitar 300.000 yen sebulan dari penyewaan property miliknya tersebut di daerah Chuo-ku Tokyo.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved