Senin, 1 September 2025

Astronaut China Kembali ke Bumi setelah Lakukan Misi Luar Angkasa selama 90 Hari

Tiga astronaut China kembali ke bumi setelah melakukan misi luar angkasa selama 90 hari di modul stasiun luar angkasa milik negara tersebut

GREG BAKER / AFP
File foto ini diambil pada 17 Juni 2021 menunjukkan astronot Nie Haisheng (tengah), Liu Boming (kanan) dan Tang Hongbo melambai saat upacara keberangkatan sebelum menaiki pesawat ruang angkasa Shenzhou-12 dengan roket pembawa Long March-2F di Peluncuran Satelit Jiuquan Pusat di gurun Gobi di barat laut China. 

Pada bulan Juni, Global Times telah melaporkan bahwa periode misi luar angkasa sangat penting karena bertepatan dengan perayaan nasional perayaan seratus tahun Partai Komunis China.

Dikatakan bahwa semua peserta misi telah memperoleh pengalaman dan kekuatan dari Partai, terutama dari perkembangan industri luar angkasa di bawah kepemimpinan Partai.

Disebutkan pula bahwa ketiga anggota kru adalah "anggota Partai".

"Shenzhou-12 telah menunjukkan kemampuan China untuk melakukan misi luar angkasa manusia yang berkepanjangan, termasuk operasi yang panjang dan menantang seperti kegiatan ekstravehicular dan memberikan dukungan darat yang diperlukan," ujar Andrew Jones, seorang jurnalis SpaceNews yang mengikuti industri luar angkasa China, dikutip oleh Global Times.

Laporan lokal juga menyebut China akan melakukan dua peluncuran ruang angkasa lagi untuk pembangunan stasiun ruang angkasanya sendiri tahun ini.

Pesawat ruang angkasa kargo Tianzhou-3 akan diluncurkan melalui roket pembawa Long March-7 dari pelabuhan ruang angkasa Wenchang di Hainan.

Sementara penerbangan berawak lainnya di Shenzhou-13 melalui roket Long March-2F dari pusat Jiuquan.

Stasiun Luar Angkasa Heavenly Palace

China bertujuan untuk membangun Stasiun Luar Angkasa China untuk menyaingi ISS pada akhir 2022, lapor media pemerintah, setelah menyelesaikan peluncuran modul.

Stasiun Luar Angkasa China akan diberinama Tiangong (Heavenly Palace).

Setelah selesai, Stasiun Luar Angkasa China akan mengorbit Bumi pada ketinggian 340 hingga 450 km.

Rendering 3D Stasiun Luar Angkasa China, atau Stasiun Luar Angkasa Tiangong, saat telah dibangun sepenuhnya. Tianhe akan menjadi tempat tinggal utama bagi tiga awak kapal. Shenzhou adalah pesawat luar angkasa yang akan berlabuh di stasiun dengan awaknya. Tianzhou adalah pesawat ruang angkasa pengangkut kargo.
Rendering 3D Stasiun Luar Angkasa China, atau Stasiun Luar Angkasa Tiangong, saat telah dibangun sepenuhnya. Tianhe akan menjadi tempat tinggal utama bagi tiga awak kapal. Shenzhou adalah pesawat luar angkasa yang akan berlabuh di stasiun dengan awaknya. Tianzhou adalah pesawat ruang angkasa pengangkut kargo. (Wikimedia Commons)

Modul Stasiun Luar Angkasa China

- Tianhe: Modul inti. Diluncurkan pada 29 April 2021

- Wentian: Modul eksperimen I. Peluncuran direncanakan pada tahun 2022

- Mengtian: Modul percobaan II. Peluncuran direncanakan pada tahun 2022

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan