Breaking News:

Menlu Ingatkan Penguatan ASEAN Hadapi Ancaman Keamanan di Kawasan

Rivalitas kekuatan besar juga terus menajam berpotensi membelah kesatuan antara negara-negara anggota ASEAN.

Tangkap Layar Youtube MoFA Indonesia
Menlu Retno Marsudi Smapaikan 3 Poin Penting di Forum FGPH(Tangkap Layar Youtube MoFA Indonesia) Rabu (29/9/2021) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengingatkan penguatan negara-negara di ASEAN untuk menghadapi ancaman keamanan yang kompleks di kawasan.

Ia menekankan penguatan ASEAN sangat penting artinya agar ASEAN dapat bekerja lebih efektif dan dapat merespon dengan baik tantangan yang dihadapi saat ini.

Menlu berujar, topik ini menjadi pembahasan di rangkaian pertemuan Menlu ASEAN yang diselenggarakan secara virtual, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Kerangka Kerja Pengaturan Koridor Perjalanan ASEAN Rampung Dibahas

“Saya sampaikan bahwa kawasan ASEAN saat ini menghadapi berbagai tantangan yang bersifat kompleks dan multi-dimensional,” ujarnya pada konferensi pers Senin (4/10/2021).

Rivalitas kekuatan besar juga terus menajam berpotensi membelah kesatuan antara negara-negara anggota ASEAN.

Serta, menambah potensi ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan indo-pasifik.

Baca juga: Sejarah Terbentuknya ASEAN: Dari Perkembangan hingga Bentuk-bentuk Kerja Sama

“Dalam pertemuan, saya sampaikan pendekatan business as usual dalam menyikapi situasi kawasan saat ini tidak lagi dapat dilakukan. ASEAN harus terus berkembang dan semakin kuat seiring dengan meningkatnya ancaman dan tantangan yang dihadapi,” ujarnya.

Indonesia mendorong tiga hal dalam menyoroti pentingnya penguatan ASEAN.

Diantaranya menghadapi berbagai tantangan baru yang terus berkembang, melakukan langkah maju dalam merealisasikan komunitas ASEAN yang lebih terintegrasi, serta merealisasikan visi dan tujuan organisasi ASEAN.

“Indonesia memandang bahwa penguatan ASEAN harus segera dilakukan. Terutama untuk memperkuat sentralitas dan persatuan ASEAN, agar mampu mengambil peran aktif dalam membentuk atau menghadapi dinamika di Kawasan,” lanjutnya.

Baca juga: Faktor Pendorong dan Penghambat Kerja Sama ASEAN, Dilengkapi Bentuk Kerja Sama ASEAN

Indonesia mengusulkan agar High-Level Task Force on ASEAN Community’s Post-2025 Vision yang memiliki mandat untuk menyusun visi Komunitas ASEAN Pasca-2025 juga diberikan mandat untuk bagaimana ASEAN dapat memperkuat dirinya.

Upaya ini akan mendukung penyiapan seluruh infrastruktur yang diperlukan untuk implementasi the Post-2025 Vision, pada saat vision ini disepakati oleh negara-negara ASEAN.

“Penguatan ASEAN khususnya penguatan kesatuan dan sentralitas ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika dewasa ini menjadi fokus dalam intervensi saya pada agenda isu kawasan dan internasional,” ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved