Breaking News:

Mengapa Dukungan Masyarakat Jepang Rendah Kepada Kabinet yang Baru Dilantik 4 Oktober Lalu?

Dukungan masyarakat terhadap kabinet PM Jepang ke-100 Fumio Kishida ternyata rendah hanya 56% dari berbagai media Jepang yang melakukan survei kepada

Foto Richard Susilo
Perbandingan tingkat dukungan masyarakat terhadap kabinet PM Jepang ke-100 Fumio Kishida dibandingkan PM Lain sebelumnya 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dukungan masyarakat terhadap kabinet PM Jepang ke-100 Fumio Kishida ternyata rendah hanya 56% dari berbagai media Jepang yang melakukan survei kepada masyarakat antara 4 dan 5 Oktober 2021.

Dibandingkan pendahulunya berbagai PM Jepang, kecuali Taro Aso (50%) yang diangkat sebagai PM Jepang September 2008, tingkat dukungan masyarakat Jepang terhadap Kishida rendah hanya 56% saat dilantik sebagai PM Jepang.

Lainnya cukup tinggi popularitasnya antara lain Shinzo Abe 70%, dan 65%, lalu PM Yukio Hatoyama 75% dan bahkan PM Yoshihide Suga 74%.

"Rendahnya dukungan dan popularitas PM Kishida di masyarakat terutama karena pemilihan Akira Amari sebagai Sekjen partai liberal demokrat (LDP) yang tidak disukai masyarakat karena skandal keuangan dia tahun 2016 khususnya yang dilakukan 2 sekretaris prbadinya yang menerima uang korupsi," papar Goro hashimoto, anggota dewan redaksi khusus Yomiuri dalam acara NTV sore ini (6/10/2021).

Bukan hanya soal Amari saja, Sekjen itu dianggap tidak memberikan penjelasan yang bisa diterima masyarakat.

Baca juga: Kalangan Bisnis di Jepang Sambut Positif Terbentuknya Kabinet PM Fumio Kishida

Namun Amari dalam jumpa persnya kemarin menegaskan masalah dia telah selesai bahkan telah diputuskan pihak kejaksaan sehingga dianggapnya tak ada masalah lagi dan tak perlu ada penjelasan lagi.

"Selain penunjukkan Amari sebagai Sekjen yang kurang berkenan di masyarakat, kedekatan Kishida dengan mantan PM Jepang Shinzo Abe tampaknya juga kurang disukai masyarakat," tambahnya.

Mantan PM Jepang Shinzo Abe membawa skandal Moritomo Gakuen dan Kake Gakuen yang dianggap masyarakat belumlah dijelaskan secara tuntas kepada masyarakat, sehingga kecurigaan masyarakat masih tinggi kepada mantan PM Abe.

"Meskipun tingkat dukungan masyarakat rendah terhadap kabinet Kishida, masih ada segi positifnya. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi mulai sekarang. Ada kemungkinan meningkat tinggi tingkat dukungan masyarakat, karena saat ini masih 56%. Tapi kalau tingkat dukungan tinggi, justru mungkin sulit mempertahankannya seperti kasus-kasus PM sebelumnya," jelasnya lagi.

Sebagai contoh jelas adalah dukungan masyarakat kepada PM Suga saat pertama dilantik mendapat dukungan 74% cukup tinggi.

Namun justru melorot terus dan akhirnya bahkan sampai di bawah 30% saat dia mengundurkan diri pertengahan tahun ini.

"Jadi kita lihat saja kenyataan dan rencana kegiatan yang ada dari kabinet Kishida bagaimana nantinya yang akan terjadi, sehingga siapa tahun bisa saja tingkat dukungan malah meningkat terus."

Perhatian yang besar kepada Jepang juga di bidang pendidikan oleh PM Kishida diungkapkan dalam jumpa persnya baru-baru ini.

Beasiswa Jepang tetap diberikan Jepang dan penawaran sekolah gratis di Jpang juga disampaikan sebuah sekolah di Hokkaido. Bisa ditanyakan lewat email ke: info@sekolah.biz  dengan subyek: Beasiswa Jepang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved