Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Uni Eropa Janjikan Bantuan 1 Miliar Euro untuk Afghanistan

Uni Eropa telah berjanji akan memberikan paket bantuan kepada Afghanistan senilai satu miliar euro ($ 1,15 miliar).

AFP/WAKIL KOHSAR
Unit pasukan khusus pejuang Taliban, Badri, berjaga-jaga ketika warga Afghanistan, berharap untuk meninggalkan Afghanistan, 28 Agustus 2021 - Uni Eropa berjanji memberikan bantuan kepada Afghanistan senilai satu miliar euro. 

TRIBUNNEWS.COM - Uni Eropa janji akan memberikan paket bantuan kepada Afghanistan senilai satu miliar euro ($ 1,15 miliar).

Hal itu dilakukan untuk mencegah keterpurukan ekonomi di Afghanistan.

"(Bantuan) untuk mencegah keruntuhan kemanusiaan dan sosial ekonomi yang besar", kata kepala komisi Eropa, Ursula von der Leyen, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Sebelumnya, bantuan yang diberikan sejumlah 250 juta euro ($288 juta), kemudian ditambah menjadi 300 juta euro ($346 juta) yang digunakan untuk kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.

Kemudian, sisanya diberikan ke negara-negara tetangga Afghanistan yang menampung orang-orang Afghanistan yang melarikan diri dari pemerintahan Taliban.

Baca juga: Sekjen PBB Kecam Taliban, Dianggap Tak Tepati Janjinya kepada Wanita dan Anak Perempuan Afghanistan

Baca juga: Warga Afghanistan yang Pernah Menyelamatkan Joe Biden Berhasil Dievakuasi

Von der Leyen membuat janji itu pada KTT G20 secara virtual yang diselenggarakan oleh Italia untuk membahas situasi kemanusiaan dan keamanan di Afghanistan.

Anggota G20 di antaranya, Amerika Serikat, Uni Eropa, Cina, Turki, Rusia, India dan Arab Saudi.

Setelah pertemuan G7 sebelumnya di Afghanistan, Perdana Menteri Italia Mario Draghi telah mendorong diskusi yang lebih luas dengan melibatkan negara lainnya.

Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa.
Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, menghadiri KTT Uni Eropa-Ukraina ke-23 di Kiev, Ukraina.

Pernyataan Von der Leyen menekankan bahwa dana Uni Eropa adalah dukungan langsung untuk Afghanistan.

Bantuan akan disalurkan ke organisasi internasional yang bekerja di lapangan, bukan kepada pemerintah Taliban, yang tidak diakui oleh Brussels.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved