Breaking News:

Koalisi LDP Komeito Tidak Mudah Menangkan Pemilu 31 Oktober, Bagaimana Nippon Ishin no Kai?

Koalisi pemerintahan Jepang saat ini, partai liberat demokrat (LDP) dan Komeito tampaknya tidak mudah memenangkan pemilu 31 Oktober mendatang.

Richard Susilo
Takuma Oohamazaki, Political Consultant (kiri), Kenneth Mori McElwain, Professor, Political Institutions, Public Opinion, University of Tokyo (tengah) dan Kensuke Takayasu, Seikei University Faculty of Law, Department of Political Science and Director of Center for Asian and Pacific Studies (kanan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Koalisi pemerintahan Jepang saat ini, partai liberat demokrat (LDP) dan Komeito tampaknya tidak mudah memenangkan pemilu 31 Oktober mendatang.

Lalu bagaimana dengan  Nippon Ishin no Kai yang lagi naik daun?

"Dua sisi LDP dan Komeito saat ini berhadapan dengan oposisi yang katanya bersatu, meskipun ada retak-retak di dalamnya. Sementara Nippon Ishin no Kai (Ishin) jadi solusi banyak pihak terutama anak muda Jepang," ungkap Kensuke Takayasu, Seikei University Faculty of Law, Department of Political Science and Director of Center for Asian and Pacific Studies dalam jumpa pers siang ini (29/10/2021).

Takayasu juga menekankan tidak mudah menggabungkan Ishin dengan koalisi saat ini karena bentrok dengan Komeito.

"Tidak mudah ya menggabungkan Ishin dengan koalisi saat ini karena mereka benturan dengan Inshin terutama di Osaka. Namun LDP sendiri melakukan kerjasama dengan Ishin dalam beberapa hal seperti perubahan konstitusi Jepang," ungkap Takayasu kepada Tribunnews.com.

Pada akhirnya akan melihat angka di saat perhitungan suara 31 Oktober mendatang.

"Kalau LDP rendah sekali perolehan kursinya, mungkin saja akan mengajak Ishin untuk bergabung bersama Komeito juga, menjadi pertimbangan untuk membuat satu koalisi tersendiri. Belum tahu apa yang akan terjadi nanti," tambahnya.

Dari segi ekonomi hasil pemilu majelis rendah Jepang 31 Oktober mendatang juga ikut berpengaruh dalam mendobrak kemajuan ekonomi lebih lanjut.

"Masyarakat ingin membangkitkan perekonomian lebih lanjut. Corona bukan lagi nomor satu dalam perhatian masyarakat meskipun tetap penting hal tersebut," ungkap Kenneth Mori McElwain, Professor, Political Institutions, Public Opinion, University of Toky.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved