Breaking News:

Jepang Buat Pedoman Menetapkan Kriteria Pemilihan Peralatan Pengukur Konsentrasi CO2

Pemerintah Jepang segera membuat pedoman penetapan kriteria pemilihan peralatan pengukur konsentrasi CO2.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pusat pemerintahan Jepang di Kasumigaseki. Dari papan penunjuk tersebut 140 meter menuju kantor METI (Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang segera membuat pedoman penetapan kriteria pemilihan peralatan pengukur konsentrasi CO2 khususnya bagi restoran yang ada di kota-kota besar di Jepang.

"Alat pengukur konsentrasi karbon dioksida akan digunakan sebagai pedoman ventilasi di restoran sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (30/10/2021).

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Perindustrian (METI) Jepang telah memutuskan untuk merumuskan pedoman yang menetapkan kriteria pemilihan peralatan, dengan mengatakan bahwa banyak item yang tidak dapat diukur secara akurat.

Seiring dengan pandemi corona, ada gerakan yang berkembang di restoran dan tempat lain untuk memperkenalkan alat pengukur konsentrasi karbon dioksida untuk memeriksa apakah ventilasi cukup.

Namun, telah dikonfirmasi bahwa ada banyak hal yang tidak dapat diukur secara akurat.

Untuk itu, Kementerian Perekonomian, Perdagangan, dan Perindustrian telah menetapkan kebijakan penyusunan pedoman yang menetapkan kriteria pemilihan peralatan bekerja sama dengan kelompok industri yang memproduksi alat pendeteksi dan alarm gas.

Baca juga: Kei Komuro, Suami Putri Mako dari Jepang Tidak Lulus Ujian Pengacara New York

Secara khusus, direkomendasikan bahwa karbon dioksida diukur menggunakan cahaya seperti sinar inframerah, dan nilainya tidak berubah secara signifikan bahkan jika tangan atau kain dengan alkohol didekatkan ke alat pengukur, digunakan sebagai standar.

Selain itu, sebagai metode untuk memeriksa keakuratan peralatan, efektif bahwa nilai yang diukur di luar ruangan adalah sekitar 415ppm hingga 450ppm, dan nilainya meningkat secara signifikan ketika peralatan ditiup.

Kementerian Perekonomian, Perdagangan, dan Perindustrian akan bekerja sama dengan kementerian dan kelompok industri terkait untuk memperhatikan restoran.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif aplikasi melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved