Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Jepang Gratiskan Biaya Tes PCR dan Antigen

Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk melakukan tes PCR dan tes antigen gratis untuk individu tanpa gejala.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kantor PM Jepang di Nagatacho Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk melakukan tes PCR dan tes antigen gratis untuk individu tanpa gejala sebagai tindakan pencegahan terhadap "gelombang keenam" Covid-19.

Selain itu, untuk persiapan gelombang keenam virus corona, pemerintah pusat berencana meminta prefektur untuk menyiapkan fasilitas sehingga semua orang sakit ringan yang diinginkan akan tinggal di "fasilitas tunggu" seperti hotel.

"Tujuannya adalah untuk mendeteksi individu positif pada tahap awal dan mencegah kejengkelan mereka. Demikian juga "fasilitas menunggu" untuk orang sakit ringan juga tersedia," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (8/11/2021).

Beberapa pejabat pemerintah telah mengungkapkan bahwa Pemerintah bermaksud untuk memasukkan kebijakan ini ke dalam langkah-langkah komprehensif untuk gelombang keenam Covid-19, yang akan diputuskan oleh markas besar respon pada tanggal 12 November mendatang.

Biaya PCR dan tes lainnya gratis ketika dokter atau puskesmas menentukan bahwa pasien mengalami gejala demam atau kontak dekat dengan pasien, tetapi ada biaya untuk tes mandiri.

Untuk meningkatkan jumlah tes secara signifikan ketika infeksi virus corona menyebar, atas kebijaksanaan prefektur, bahkan orang tanpa gejala akan gratis di lokasi tes yang disetujui oleh prefektur.

Baca juga: ATURAN Perjalanan Darat Terbaru, Boleh Pakai Hasil Negatif Antigen dan Akses Aplikasi PeduliLindungi

Saat menggunakan "paket vaksin/tes" yang melonggarkan pembatasan perilaku dengan menggunakan sertifikat vaksinasi, biaya pengujian untuk orang yang tidak dapat divaksinasi karena konstitusi mereka atau anak-anak di bawah 12 tahun akan gratis.

Biaya vaksin ditanggung oleh dana masyarakat untuk menghilangkan rasa ketidakadilan.

Selama "gelombang kelima" musim panas lalu, ketika jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 mencapai jumlah tertinggi, pemerintah terpaksa merawat pasien di rumah, dan banyak pasien jatuh sakit.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved