Breaking News:

Virus Corona

Persentase Kenaikan Gaji Karyawan di Jepang Lebih Rendah Dibanding Tahun Lalu

Persentase kenaikan gaji karyawan perusahaan Jepang tahun ini lebih kecil dibandingkan kenaikan gaji pada tahun lalu.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Gedung Kementerian kesehatan Jepang di Kasumigaseki Tokyo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Persentase kenaikan gaji karyawan perusahaan Jepang tahun ini lebih kecil dibandingkan kenaikan gaji pada tahun lalu.

Menurut survei Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, 80,7 persen perusahaan berencana untuk menaikkan menaikkan upah, yang 0,8 poin lebih rendah dari tahun lalu dan telah menurun dua tahun berturut-turut karena efek pandemi virus corona.

Dari Juli hingga Agustus, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang mensurvei perusahaan dengan 100 karyawan atau lebih dan menerima tanggapan dari 1.708 perusahaan.

Menurut tanggapan yang ada, 80,7 persen perusahaan berencana untuk menaikkan atau menaikkan upah dengan "kenaikan gaji biasa" sesuai dengan usia dan pengalaman dan "kenaikan pokok" untuk menaikkan gaji pokok.

Angka ini 0,8 poin lebih rendah dari survei tahun lalu atau penurunan tahun kedua berturut-turut.

Baca juga: Politisi Parlemen Jepang Minta Staf Kementerian Siapkan Materi Pertemuan Hingga 400 Kali Setahun

Dilihat dari perusahaan yang menaikkan atau berencana menaikkan upah berdasarkan industri, yang tertinggi adalah "Academic research, professional/technical service industry" seperti industri konsultan sebesar 93,7%, diikuti oleh "Industri real estate, industri persewaan barang" sebesar 93,2% dan "Industri manufaktur" adalah 90,7%.

Di sisi lain, "layanan akomodasi dan makanan" menyumbangkan 56,5%, dan "jasa transportasi dan pos" seperti bus dan taksi menyumbangkan kenaikan gaji 64,5 persen.

"Seiring dampak virus corona, ada perbedaan kenaikan upah tergantung pada industrinya. Kami akan mengawasi tren kenaikan upah lebih lanjut," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved