Minggu, 10 Mei 2026

Sejarah Black Friday: Berawal dari Peristiwa Krisis Keuangan Jadi Perayaan Hari Berbelanja

Berikut sejarah Black Friday di mana berawal dari peristiwa krisis keuangan hingga berubah menjadi perayaan hari belanja.

Tayang:
Editor: Arif Fajar Nasucha
tangkap layar dari theverge.com
Sejarah Black Friday - Berikut sejarah Black Friday yang berawal dari peristiwa krisis finansial hingga berubah menjadi perayaan hari belanja. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut sejarah dari Black Friday yang jatuh hari ini, Jumat (26/11/2021).

Black Friday dikenal sebagai hari di mana menjadi surga bagi banyak orang di Amerika Serikat bahkan dunia.

Hal tersebut dikarenakan banyak retail memberikan diskon besar-besaran pada hari tersebut dan juga sebagai awal bulan untuk berbelanja.

Dikutip dari Kompas.com, toko-toko bahkan dapat buka seharian dari pagi hingga malam.

Baca juga: Intip Produk dan Kreator Paling Populer Selama Periode TikTok Shopping 11.11

Baca juga: Beragam Promo Online dan Offline di ShopeePay 12.12 Birthday Deals, Jangan Sampai Ketinggalan!

Namun jauh sebelum Black Friday dapat dikatakan hari belanja sedunia tetapi ada sejarah kelam yang menaunginya.

Peristiwa Black Friday
Gambaran peristiwa Black Friday terkait diskon besar-besaran yang dilakukan oleh para retailer dan diadakan setelah perayaan Thanksgiving.

Sejarah Black Friday

Dikutip dari history.com, penggunaan istilah ‘Black Friday’ bukan mengacu kepada peringatan untuk berbelanja pasca perayaan Thanksgiving di hari sebelumnya tetapi terkait krisis finansial.

Krisis tersebut menyerang pasar emas Amerika Serikat pada 24 September 1869.

Peristiwa itu berawal dari dua orang ahli finansial terkenal dari Wall Street saat itu, Jay Gould dan Jim Fisk yang bekerja sama untuk membeli emas nasional sebanyak mungkin.

Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengendalikan harga emas yang tentu akan melambung tinggi dan kemudian menjualnya kembali agar mendapat keuntungan.

Pada hari Jumat di Bulan September ketika itu, konspirasi ini akhirnya terpecahkan dan membuat pasar saham saat itu anjlok dan membuat bangkrut para petinggi Wall Street hingga petani.

Seiring berjalannya waktu, penggunaan istilah ‘Black Friday’ mulai bergeser dan berawal dari para retailer di Amerika Serikat.

Pada saat itu, para retailer mengalami kerugian sepanjang tahun dan akhirnya mendapatkan keuntungan kembali setelah perayaan Thanksgiving pada hari sebelumnya.

Hal tersebut dikarenakan para pembeli mengalokasikan uangnya dengan sangat banyak akibat adanya diskon di hampir seluruh toko di Amerika Serikat.

Walaupun fakta jika para retailer saat itu mendapatkan kerugian pada sepanjang tahun dan kembali meraup untung saat Thanksgiving, pergeseran penggunaan istilah Black Friday setelah itu diakui meskipun tidak akurat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved