Breaking News:

Virus Corona

Ahli Penyakit Menular Jepang Sebut Durasi Efek Vaksin AstraZeneca Lebih Pendek Dibanding Pfizer

Strain Omicron yang terdeteksi di Afrika Selatan telah dipastikan terinfeksi di Hong Kong, Eropa dan negara-negara lain, dapat mengurangi efek vaksin.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ketua Tim Dewan Ahli penanggulangan pandemi Corona Jepang yang juga Dirjen Institut Nasional Penyakit Menular, Takaji Wakita dalam jumpa pers, Rabu (24/6/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Belakangan ini kasus Covid-19 kembali meningkat di sejumlah negara Eropa.

Menanggapi hal ini Direktur Institut Nasional Penyakit Menular Jepang, Takaji Wakita menganalisis bahwa "efek vaksin Covid-19 menurun."

"Bedanya dengan Jepang, vaksin buatan AstraZeneca di Inggris banyak digunakan di Eropa dan Korea Selatan. Faktanya, telah ditunjukkan bahwa vaksin AstraZeneca memiliki durasi efek yang lebih pendek selama beberapa bulan daripada vaksin Pfizer," kata Takaji Wakita, Jumat (26/11/2021) lalu.

"Ada informasi bahwa strain Delta telah banyak diganti di Afrika Selatan. Penggantian itu berarti sangat menular dan memiliki momentum sebagai virus. Varian Omicron bahaya, tidak dapat diremehkan," ujar Takaji Wakita.

Di sisi lain, strain Omicron yang terdeteksi di Afrika Selatan telah dipastikan terinfeksi di Hong Kong, Eropa dan negara-negara lain, dan telah ditunjukkan bahwa hal itu dapat mengurangi efek vaksin.

"Penting untuk mengevaluasi efek pada vaksin yang ada," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno pada konferensi pers, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Pfizer: Vaksin Baru Siap dalam 100 Hari Jika Varian Covid-19 Omicron Kebal Terhadap Vaksin Saat Ini

Tanggal 12 November lalu Pemerintah Jepang memutuskan seluruh gambaran tindakan menghadapi virus corona.

"Kami telah memasukkan langkah-langkah untuk mengamankan tempat tidur yang dapat merespons bahkan jika infektivitas gelombang ke-6 nanti berlipat ganda musim panas mendatang, dengan asumsi bahwa efek vaksin cukup baik," ujarnya.

Namun jika infeksi terobosan terjadi satu demi satu, jumlah tempat tidur aman yang ditunjukkan pada gambar keseluruhan tidak akan cukup.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved