Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Cemas Sebagian Besar Warga Afghanistan Bakal Kelaparan, Pemimpin Taliban Minta Bantuan Dunia

Perdana Menteri Afghanistan menyerukan kebaikan hati dunia internasional untuk tidak menahan bantuan mereka, karena kini warganya terancam kelaparan

Javed TANVEER / AFP
Seorang pedagang menjual kue di pinggir jalan di Kandahar, Afghanistan pada 21 November 2021. Perdana Menteri Afghanistan menyerukan kebaikan hati dunia internasional untuk tidak menahan bantuan mereka, karena kini warganya terancam kelaparan 

TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Perdana Menteri Afghanistan yang ditunjuk Taliban, Mullah Mohammed Hassan Akhund, menyerukan kebaikan hati dunia internasional untuk tidak menahan bantuan mereka karena Afghanistan saat ini terancam alami kelaparan massal.

Dilansir Deutsche Welle, Hassan Akhund menyampaikan pesan pertamanya di TV pada Sabtu (27/11/2021), sejak Taliban mengambil alih Afghanistan.

Ia berjanji pihaknya tidak akan menganggu masalah internal negara lain jelang pertemuan PBB mendatang di Doha.

"Kami mencoba sebanyak mungkin untuk mengatasi masalah rakyat. Kami bekerja overtime di tiap departemen," bunyi suara Akhund dalam pesan audio berdurasi setengah jam.

Ia menyalahkan kelaparan, pengangguran, dan krisis keuangan Afghanistan pada pemerintah sebelumnya yang didukung AS.

Baca juga: Wanita Afghanistan yang Jadi Cover Majalah National Geographic 1985 Kini Dievakuasi ke Italia

Baca juga: Soroti Situasi Afghanistan di KTT ASEM Ke-13, Presiden Jokowi: Indonesia Siap Bantu

Foto ini diambil pada 11 September 2021, disediakan oleh Kementerian Luar Negeri Qatar pada 12 September 2021, menunjukkan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani (kiri) bertemu dengan Perdana Menteri baru Afghanistan Mullah Mohammad Hassan Akhund di Kabul.
Foto ini diambil pada 11 September 2021, disediakan oleh Kementerian Luar Negeri Qatar pada 12 September 2021, menunjukkan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani (kiri) bertemu dengan Perdana Menteri baru Afghanistan Mullah Mohammad Hassan Akhund di Kabul. (QATARI MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS / AFP)

"Bangsa, waspadalah. Mereka yang tersisa dari pemerintah sebelumnya yang bersembunyi menyebabkan kecemasan, menyesatkan rakyat untuk tidak mempercayai pemerintah mereka," kata Akhund.

Perdana menteri itu mengklaim bahwa pemerintahnya telah menindak korupsi pada "sistem terlemah di dunia."

"Kami meminta semua organisasi amal internasional untuk tidak menahan bantuan mereka dan membantu bangsa kami yang lelah ... sehingga masalah rakyat dapat diselesaikan," katanya.

Ia juga meminta AS untuk membuka sekitar $10 miliar dana Aghan yang dibekukan setelah Taliban mengalahkan pemerintahan sebelumnya pada pertengahan Agustus.

Inflasi adalah masalah yang sangat memprihatinkan, kata Hassan seperti dilansir Bloomberg.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved