Breaking News:

Virus Corona

Covid-19 Varian Omicron Menyebar di 38 Negara, WHO Sebut Belum Ada Laporan Kematian

Varian Omicron Covid-19 telah terdeteksi di 38 negara tapi belum ada kematian yang dilaporkan akibat varian tersebut, lapor WHO.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
Justin TALLIS / AFP
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. 

TRIBUNNEWS.COM - Varian Omicron Covid-19 telah terdeteksi di 38 negara tapi belum ada kematian yang dilaporkan akibat varian tersebut, ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dilansir The Guardian.

WHO memperingatkan bahwa perlu waktu berminggu-minggu untuk menentukan seberapa menular varian itu, atau apakah varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau seberapa efektif perawatan dan vaksin untuk melawannya.

WHO mengatakan pada hari Jumat (3/12/2021) bahwa mereka masih belum melihat laporan kematian terkait dengan Omicron.

"Kami akan mendapatkan jawaban yang dibutuhkan semua orang di luar sana," kata direktur kedaruratan WHO, Michael Ryan.

Baca juga: Omicron Terdeteksi di 38 Negara, Data Awal Menunjukkan Varian Itu Lebih Menular daripada Delta

Baca juga: Polisi Akan Bangun Ribuan Pos PPKM Level 3, Antisipasi Penyebaran Omicron Saat Libur Nataru

Pelancong internasional yang mengenakan alat pelindung diri (APD) tiba di Bandara Tullamarine Melbourne pada 29 November 2021 ketika Australia mencatat kasus pertama varian Omicron dari Covid-19. (Photo by William WEST / AFP)
Pelancong internasional yang mengenakan alat pelindung diri (APD) tiba di Bandara Tullamarine Melbourne pada 29 November 2021 ketika Australia mencatat kasus pertama varian Omicron dari Covid-19. (Photo by William WEST / AFP) (AFP/WILLIAM WEST)

Tetapi penyebaran Omicron memicu kewaspadaan bahwa varian ini dapat menyebabkan lebih dari setengah kasus Covid di Eropa dalam beberapa bulan ke depan.

Varian baru juga dapat memperlambat pemulihan ekonomi global, seperti yang terjadi pada Delta, kata kepala Dana Moneter Internasional, Kristalina Georgieva, pada hari Jumat.

"Bahkan sebelum kedatangan varian baru ini, kami khawatir bahwa pemulihan, yang saat ini masih berlanjut, kehilangan momentum," katanya.

"Varian baru yang mungkin menyebar sangat cepat dapat merusak kepercayaan diri dunia."

Sebuah studi awal oleh para peneliti di Afrika Selatan, di mana varian pertama kali dilaporkan pada 24 November, menunjukkan Omicron tiga kali lebih mungkin menyebabkan infeksi ulang dibandingkan dengan varian Delta atau Beta.

Munculnya Omicron adalah "bukti nyata" dari bahaya tingkat vaksinasi global yang tidak setara, kata kepala Palang Merah, Francesco Rocca.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved