Virus Corona
Dokter Afrika Selatan Melihat Covid-19 Varian Omicron Memiliki Gejala Lebih Ringan daripada Delta
Dokter Afrika Selatan melihat tanda-tanda Covid-19 varian Omicron memiliki gejala yang lebih ringan daripada Delta.
TRIBUNNEWS.COM - Unben Pillay, seorang dokter di Afrika Selatan mengatakan ada lusinan pasien positif Covid-19 varian Omicron yang dia tangani setiap harinya.
Namun, pasien-pasien itu tidak ada yang harus rawat inap di rumah sakit dan dapat pulih dengan menjalani isolasi mandiri selama 10 sampai 14 hari.
Itulah satu di antara alasan mengapa dia bersama dokter dan ahli medis lainnya menduga bahwa Omicron memang menyebabkan Covid-19 yang lebih ringan daripada Delta, meski tampaknya menyebar lebih cepat.
"Mereka mampu menangani penyakit (Covid-19) di rumah. Sebagian besar telah pulih dalam periode isolasi 10 hingga 14 hari," kata Pillay seperti dikutip Associated Press.
Pasien yang dirawat di rumah termasuk mereka yang berusia lebih tua dan memiliki penyakit bawaan (komorbid) yang berpotensi menderita Covid-19 parah.
Baca juga: Inggris: Suntikan Booster Berikan Perlindungan hingga 75 Persen dari Covid-19 Omicron
Dalam dua minggu sejak Omicron pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan, dokter lain telah berbagi cerita serupa.
Adapun Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan telah merangkum pengamatannya mengenai Omicron. Di antaranya sebagai berikut:
- Hanya sekitar 30 persen dari mereka yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir yang sakit parah, kurang dari setengah tingkat seperti selama minggu-minggu pertama gelombang pandemi sebelumnya.
- Rata-rata masa inap di rumah sakit untuk Covid-19 kali ini lebih pendek, yakni sekitar 2,8 hari dibandingkan dengan delapan hari.
- Hanya 3 persen pasien yang dirawat di rumah sakit baru-baru ini, yang positif Covid-19 telah meninggal, dibandingkan sekitar 20 persen pada wabah sebelumnya di negara itu.
Baca juga: Dokter di Afrika Selatan Ungkap Gejala Tak Biasa Covid-19 Varian Omicron yang Muncul saat Malam Hari
"Saat ini, hampir semuanya menunjuk ke arah penyakit yang lebih ringan," kata Willem Hanekom, direktur Institut Penelitian Kesehatan Afrika.
"Ini masih awal, dan kami perlu mendapatkan data final. Seringkali rawat inap dan kematian terjadi kemudian, dan kita baru dua minggu memasuki gelombang ini," lanjutnya.
Sementara itu, para ilmuwan di seluruh dunia mengamati jumlah kasus dan tingkat rawat inap, sambil menguji untuk melihat seberapa baik vaksin dan perawatan saat ini bertahan.
Lebih lanjut, Pillay diketahui telah melakukan pengamatan di Provinsi Gauteng, di mana varian Omicron ditemukan.
Provinsi Gauteng yang merupakan provinsi terpadat di Afrika Selatan, mengalami peningkatan kasus sebesar 400 persen dalam kasus baru pada minggu pertama Desember.
Baca juga: Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron Terrkonfirmasi Muncul di Taiwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-omicron-301121.jpg)