Ujian Masuk ke Universitas di Jepang Semakin Dipermudah Pemerintah

Kemudahan memasuki peringkat pendidikan yang lebih tinggi ternyata selain disambut banyak banyak murid ada pula yang masih mempertanyakan hal tersebut

Richard Susilo
Suasana ujian masuk universitas di Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYOUjian masuk ke Universitas di Jepang semakin dipermudah.

Demikian pula untuk yang mau masuk SMP atau memasuki SMA di Jepang.

"Jika ujian utama maupun ujian susulan tidak dapat diambil, dampak dari infeksi corona, maka akan dilakukan penilaian lulus/gagal ujian masuk perorangan. Bagi peserta ujian yang masih belum berkesempatan mengikuti ujian, diberikan kesempatan lagi untuk ujian susulan dengan seleksi komprehensif  termasuk wawancara dengan calon murid. Segera ajukan permintaan ke semua perguruan tinggi mengenai hal tersebut," ungkap Mendikbud, Olah Raga, Iptek  Shinsuke Suematsu belum lama ini.

PM Jepang Fumio Kishida pun ikut mendukung hal tersebut dan berharap semua calon murid dapat sebanyak mungkin memasuki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dengan ujian yang semakin dipermudah bisa dikuti sebanyak mungkin siswa.

"Kita perlu mengamankan kesempatan mengikuti ujian, seperti mengikuti ujian di ruang terpisah atau mengikuti ujian lanjutan. Sejauh ini, pemerintah telah mengindikasikan akan mewajibkan universitas, sekolah menengah, dan sekolah menengah pertama untuk menanggapi ujian tambahan, mengumumkan hasilnya setelah April, dan mengizinkan masuk," papar PM Kishida belum lama ini pula.

Kemudahan memasuki peringkat pendidikan yang lebih tinggi ternyata selain disambut banyak banyak murid ada pula yang masih mempertanyakan hal tersebut karena dianggap tidak adil antara yang pintar dan yang bodoh sama-sama dengan mudah bisa memasuki pendidikan yang lebih tinggi.

Mengenai hal ini, telah ditunjukkan bahwa situasi di mana siswa dapat mengikuti ujian masuk individu dengan melewatkan "Ujian Umum Masuk Universitas" dapat menyebabkan ketidakadilan di antara peserta ujian, tetapi jurnalis pendidikan Reiji Ishiwatari mengatakan, "Itu adalah keputusan yang sangat mendadak. Saya merasa itu adalah tindakan yang sangat murah hati.  Apa-apaan itu?" tekannya mempertanyakan.

 Ishiwatari juga mengomentari, "Memang benar ada banyak peserta ujian yang tidak pandai dalam 5 mata pelajaran dan 7 mata pelajaran ujian umum untuk masuk universitas, dan tidak dapat disangkal bahwa ada perasaan tidak adil bahwa Anda hanya dapat mengikuti ujian dengan mata pelajaran yang Anda kuasai di ujian menengah. Namun, sebaliknya, tidak dapat disangkal bahwa beberapa siswa tidak akan dapat mengambil mata pelajaran favorit mereka dalam ujian umum untuk masuk universitas dan akan dirugikan secara total."

Percuma belajar untuk ulangan umum masuk perguruan tinggi kalau semua bisa masuk?

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved