Eropa-AS: Rusia Hadapi Konsekuensi Berat Jika Invasi Ukraina
Agresi Rusia terhadap Ukraina akan memiliki "konsekuensi yang berat," kata Kepala NATO usai pertemuan dengan sekutu Eropa dan AS.…
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Senin (24/01) mengatakan bahwa sekutu Barat sepakat memberikan peringatan ke Moskow bahwa serangan Rusia di Ukraina akan memicu tanggapan keras.
"Kami setuju bahwa setiap agresi lanjutan oleh Rusia terhadap Ukraina akan menimbulkan kerugian besar," kata Stoltenberg di Twitter, setelah pertemuan virtual dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.
Rusia menghadapi "konsekuensi berat" jika menyerang Ukraina. Para pemimpin telah sepakat "terserah Rusia untuk melakukan inisiatif de-eskalasi yang terlihat," kata Scholz.
Biden mengatakan sekutu Barat berada dalam kesepakatan "total" tentang bagaimana menghadapi ancaman militer Rusia ke Ukraina.
Kantor Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan "para pemimpin sepakat tentang pentingnya persatuan internasional dalam menghadapi meningkatnya permusuhan Rusia."
Uni Eropa koordinasikan strategi terkait krisis Ukraina
Sebelumnya pada Senin (24/01), para menteri luar negeri dari 27 negara anggota Uni Eropa bertemu di Brussels dalam upaya untuk menuntaskan tanggapan terhadap invasi Rusia ke Ukraina.
Setelah pertemuan itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan ada "persatuan" di antara negara-negara anggota dalam tindakan "cepat dan penuh tekad" dari blok tersebut, jika Rusia menyerang.
Borrell menambahkan bahwa UE telah berjanji untuk mendukung Ukraina, termasuk melawan serangan siber dan ancaman hibrida, seperti kampanye disinformasi Rusia.
Namun, UE akan melanjutkan "upaya kolektif" untuk meyakinkan Rusia agar mengambil "jalan dialog" dalam menyelesaikan ketegangan, katanya, seraya menambahkan bahwa UE siap untuk menanggapi jika diplomasi gagal.
Pertemuan NATO, yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melalui konferensi video, terjadi ketika Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya mendesak keluarga diplomat mereka untuk meninggalkan Ukraina di tengah krisis.
Bagaimana tanggapan UE?
Pertemuan di Brussels berlangsung saat NATO mengumumkan akan mengirim jet dan kapal tambahan untuk ditempatkan di Eropa Timur di tengah kekhawatiran invasi.
Belanda, misalnya, mengirim dua pesawat tempur F-35 ke Bulgaria mulai April 2021, sementara Denmark akan mengirim fregat ke Laut Baltik dan pesawat tambahan ke Lithuania.
Para menteri luar negeri Uni Eropa menyatakan keprihatinan terbaru mereka tentang krisis Ukraina, dengan beberapa anggota mengancam sanksi keras jika Rusia benar-benar melakukan invasi.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan Berlin siap mendukung Kiev baik secara ekonomi maupun finansial.