Mengapa Houthi Yaman Serang Uni Emirat Arab? Ini Penjelasannya

Berikut adalah empat hal yang harus Anda ketahui tentang eskalasi kekerasan dan apa yang bisa terjadi selanjutnya.

AFP/MOHAMMED HUWAIS
Seorang tentara yang setia kepada militan Houthi Yaman melihat-lihat telepon sambil berdiri di tengah puing-puing bangunan yang hancur menyusul serangan udara yang dilaporkan oleh koalisi pimpinan Saudi yang menargetkan Bandara Internasional Sanaa, ibukota Yaman yang dikuasai pemberontak, pada 21 Desember 2021. (Photo by MOHAMMED HUWAIS / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Militan Houthi Yaman, yang bersekutu dengan Iran dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan meluncurkan beberapa serangan pesawat tak berawak dan rudal ke Uni Emirat Arab (UEA).

Seperti diketahui, UEA merupakan anggota koalisi pimpinan Saudi yang memerangi kelompok bersenjata di Yaman.

Sebagai tanggapan, koalisi meningkatkan serangan di provinsi Saada, Yaman utara dan ibu kota yang dikuasai Houthi, Sanaa.

Baca juga: UEA Cegat Rudal Houthi Yaman yang Ditembakkan saat Kunjungan Presiden Israel

Baca juga: PBB: 2.000 Tentara Anak Rekrutan Houthi Yaman Tewas di Medan Perang

Seorang tentara yang setia kepada pemberontak Houthi Yaman melihat-lihat telepon sambil berdiri di tengah puing-puing bangunan yang hancur menyusul serangan udara yang dilaporkan oleh koalisi pimpinan Saudi yang menargetkan Bandara Internasional Sanaa, ibukota Yaman yang dikuasai pemberontak, pada 21 Desember 2021. (Photo by MOHAMMED HUWAIS / AFP)
Seorang tentara yang setia kepada militan Houthi Yaman melihat-lihat telepon sambil berdiri di tengah puing-puing bangunan yang hancur menyusul serangan udara yang dilaporkan oleh koalisi pimpinan Saudi yang menargetkan Bandara Internasional Sanaa, ibukota Yaman yang dikuasai pemberontak, pada 21 Desember 2021. (Photo by MOHAMMED HUWAIS / AFP)

Melansir Al Jazeera, berikut adalah empat hal yang harus Anda ketahui tentang eskalasi Houthi Yaman dan UEA, simak juga apa yang bisa terjadi selanjutnya.

Siapa militan Houthi Yaman?

Houthi – yang dikenal sebagai Ansar Allah – memperjuangkan minoritas Muslim Syiah Zaidi Yaman dan diyakini didukung oleh Iran.

Kelompok bersenjata ini menjadi terkenal setelah menguasai provinsi Saada pada awal 2014.

Mereka kemudian bergerak ke selatan untuk merebut Sanaa.

Houthi juga memaksa Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi melarikan diri ke pengasingan.

Pada Maret 2015, koalisi yang dipimpin Saudi melakukan intervensi militer dalam upaya untuk memerangi Houthi, memulihkan pemerintahan Hadi, dan membalikkan apa yang mereka katakan sebagai pengaruh Iran yang tumbuh di wilayah tersebut.

Pertempuran itu telah menewaskan ratusan ribu orang Yaman, dan memicu apa yang dikatakan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Selama bertahun-tahun Houthi telah meluncurkan beberapa serangan rudal dan pesawat tak berawak ke negara tetangga Arab Saudi.

Tetapi hingga bulan ini, serangan terakhir yang diklaim Houthi terhadap UEA terjadi pada 2018.

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Kirim Serangan Udara ke Houthi di Yaman, 14 Orang Tewas

Baca juga: Drone Houthi Yaman Hantam Tanki Minyak dan Bandara di Abu Dhabi, UEA Bertekad Membalas

Seorang pejuang yang setia kepada militan Houthi Yaman berjaga-jaga selama unjuk rasa memperingati kematian Imam Syiah Zaid bin Ali di ibu kota Sanaa, pada 14 September 2020.
Seorang pejuang yang setia kepada militan Houthi Yaman berjaga-jaga selama unjuk rasa memperingati kematian Imam Syiah Zaid bin Ali di ibu kota Sanaa, pada 14 September 2020. (Mohammed HUWAIS / AFP)

Peran apa yang dimainkan UEA dalam perang Yaman?

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved