LDP Kyoto Dituding Kumpulkan Uang Kandidat Pemilu & Membagikannya kepada Anggota Parlemen Jepang

Satoshi Konoyu mengakui bahwa Federasi LDP Prefektur Kyoto telah mendistribusikan uang yang dikumpulkan dari kandidat kepada anggota parlemen lokal.

Editor: Dewi Agustina
Foto NTV
Satoshi Konoyu, Kepala Komisi Badan Keamanan Nasional Jepang (Intelijen). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ketua Komisi Keamanan Publik Nasional (intelijen) Jepang, Satoshi Konoyu mengakui bahwa Federasi Partai Liberal Demokrat (LDP) Prefektur Kyoto telah mendistribusikan uang yang dikumpulkan dari kandidat kepada anggota parlemen lokal sebelum pemilihan nasional.

Namun dia menolak jika uang itu disebut untuk kemenangan pemilu para kandidat.

Sebelumnya, majalah bulanan "Bungei Shunju" baru-baru ini melaporkan bahwa Federasi LDP Prefektur Kyoto dicurigai mengambil alih pemilihan karena mengumpulkan uang dari para kandidat dan secara sistematis mendistribusikannya kepada anggota dewan lokal pada setiap pemilihan nasional agar kandidat pemilu bisa menang terpilih.

"Federasi LDP Prefektur Kyoto menerima dana politik dari anggota Diet dan mendistribusikannya sebagai dana aktivitas politik untuk setiap anggota dewan prefektur dan anggota dewan kota Kyoto. Itu benar," ungkap Satoshi Konoyu, Ketua Komisi Keamanan Publik Nasional, yang tergabung dalam Federasi Prefektur Kyoto di sidang parlemen, Kamis (10/2/2022).

Namun demikian dia membantah niat akuisisi.

Baca juga: Hukuman 2 Tahun Penjara dan atau Denda 1 Juta Yen Bila Bocorkan Keamanan Ekonomi Jepang

"Saya ingin Anda menggunakannya untuk memperluas kekuatan partai politik, bukan menggunakannya untuk kampanye pemilihan anggota individu," ujarnya.

Partai oposisi Takashi Kii menunjukkan bahwa 9,6 juta yen telah dihabiskan untuk Federasi Prefektur Kyoto dari cabang yang diwakili oleh Konoyu tiga bulan sebelum pemilihan Majelis Tinggi 2016 di mana Konoyu mencalonkan diri.

Dan instruksi dari Federasi Prefektur diberikan.

"Ini penilaian pribadi saya," ujarnya.

Ketua Sekretaris Kabinet Matsuno mengatakan pada konferensi pers, "Kami memproses dengan benar dana politik yang digunakan oleh kami sendiri dan Federasi Partai Demokrat Liberal Prefektur Kyoto sesuai dengan hukum, dan Diet hari ini juga menanggapi efek tersebut. Saya menjelaskan bahwa saya menerima penjelasan yang diberikan Konoyu."

"Ke depan, Menteri Konoyu sendiri dan pihak terkait lainnya harus menjelaskan seperlunya," tambah Matsuno.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved