Senin, 27 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

AS Komitmen Selesaikan Ketegangan Rusia dan Ukraina Lewat Cara-cara Diplomatik

Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk menyelesaikan ketegangan terkait Rusia dan Ukraina lewat cara-cara diplomatik.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
AFP/-
Video handout yang diambil dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Februari 2022, menunjukkan peluncur roket ganda Grad menembaki target musuh tiruan selama latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Angkatan Bersenjata Negara Serikat. Pasukan Respons, di lapangan tembak Obuz-Lesnovsky dekat kota Baranovichi di Belarus. - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, sekutu Moskow, mengatakan pada 17 Februari 2022 bahwa negaranya akan siap menyambut "senjata nuklir" jika ada ancaman dari Barat, di tengah krisis di Ukraina. (Photo by Russian Defence Ministry / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAAmerika Serikat (AS) berkomitmen untuk menyelesaikan ketegangan terkait Rusia dan Ukraina lewat cara-cara diplomatik.

Seorang Pejabat Senior dari Kedutaan Besar AS di Jakarta pada konferensi pers Jumat (18/2/2022), mengatakan ancaman perang yang membayangi Eropa bukan pernyataan remeh dan situasi di Ukraina patut mendapat perhatian dunia.

Menurutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin tetap dalam posisi untuk menyerang kapan saja dan masih memiliki lebih dari 150.000 tentara yang mengelilingi Ukraina, Belarusia, dan di sepanjang perbatasan Ukraina.

“Kami terus melihat kekuatan, terutama kekuatan yang akan berada di garda depan setiap agresi baru terhadap Ukraina, terus berada di perbatasan Dan massa di perbatasan,” kata pejabat kedutaan yang enggan disebutkan namanya tersebut.

AS juga menuding Rusia terus meluncurkan disinformasi dan kampanye siber yang agresif.

Baca juga: AS: Rusia Klaim Tarik Pasukan dari Perbatasan Ukraina, Justru Tambahkan 7.000 Tentara

Pejabat Kedutaan AS itu mengatakan, Amerika Serikat telah bersiap untuk mengantisipasi apa pun yang terjadi seperti yang dikatakan Presiden AS Joe Biden pada 15 Februari lalu.

AS siap untuk terlibat dalam diplomasi dengan Rusia atau sekutu dan mitranya guna meningkatkan stabilitas serta keamanan di Eropa.

“Kami siap untuk menanggapi dengan tegas serangan Rusia di Ukraina, yang masih sangat mungkin terjadi,” ujarnya.

AS meyakinkan bahwa ada banyak diplomasi yang sedang berlangsung.

“Akhir pekan lalu Presiden Biden berbicara dengan Presiden Putin untuk memperjelas bahwa kami siap untuk terus mengejar diplomasi tingkat tinggi untuk mencapai pemahaman tertulis di antara Rusia, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa untuk mengatasi masalah keamanan yang sah,” ujarnya.

Baca juga: Rusia Usir Pejabat Nomor Dua AS di Moskow, Ini Reaksi Amerika Serikat

Ukraina adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, negara yang merdeka, dan berdaulat.

Menurut Pejabat Senior AS itu, perlakuan yang diterima oleh Rusia harus menjadi perhatian semua negara di seluruh dunia, sebagai hal yang prinsip.

Amerika Serikat sedang berkonsultasi erat dengan sekutu dan mitra global tentang konsekuensi jika terjadi serangan militer Rusia lebih lanjut di Ukraina.

Termasuk sanksi ekonomi yang parah dan kontrol ekspor bagi Rusia, jika pelanggaran terang-terangan benar dilakukan Rusia terhadap hukum internasional.

Baca juga: AS dan NATO Bantah Rusia Tarik Mundur Pasukan, Rusia Beri Tanggapan atas Diplomasi dari AS

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved