Selasa, 5 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS dan Negara Teluk Susun Resolusi PBB untuk Menekan Iran di Selat Hormuz

AS dan negara Teluk menyusun resolusi baru di PBB untuk menekan Iran yang memblokade Selat Hormuz, jalur maritim global yang sangat penting.

Tayang:
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan Gedung Putih pada Jumat (10/4/2026). AS dan negara Teluk menyusun resolusi baru di PBB untuk menekan Iran yang memblokade Selat Hormuz, jalur maritim global yang sangat penting. 

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan di kawasan Teluk meningkat saat AS dan sekutunya menyiapkan resolusi di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menekan Iran terkait aksi di Selat Hormuz.
  • Di tengah upaya diplomatik, situasi memanas setelah Donald Trump menyebut Iran menembaki kapal dan AS melancarkan operasi militer.
  • Kedua pihak saling klaim soal serangan, sementara Iran juga dituding menyerang fasilitas energi UEA.
  • Eskalasi ini mendorong harga minyak naik tajam dan mengancam gencatan senjata.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS)  bersama sekutu Arabnya menyiapkan langkah diplomatik di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menekan Iran.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyatakan bahwa Washington bekerja sama dengan Bahrain serta negara Teluk lain seperti Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi untuk menyusun rancangan resolusi Dewan Keamanan terkait situasi di Selat Hormuz.

Resolusi tersebut menuntut Iran menghentikan pemasangan ranjau laut, serangan terhadap kapal dagang, serta praktik penarikan biaya transit, sekaligus mengungkap lokasi ranjau yang telah dipasang. 

“Ini adalah upaya yang lebih sempit dan fokus pada penambangan jalur air internasional serta pengenaan tol yang berdampak pada ekonomi global, khususnya Asia,” ujar Waltz, Senin (4/5/2026).

Di tengah upaya diplomatik tersebut, situasi keamanan di Selat Hormuz justru memanas. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah melepaskan tembakan ke sejumlah kapal, termasuk kapal kargo Korea Selatan. 

“Iran menembakkan beberapa tembakan ke negara-negara yang tidak terkait… mungkin sudah saatnya Korea Selatan bergabung dalam misi ini,” kata Trump. 

Diperkirakan sekitar 2.000 kapal terjebak di Selat Hormuz dan AS mengatakan dua kapal berbendera AS berhasil meninggalkan selat tersebut melalui Proyek Kebebasan yang dimulai pada hari Senin.

Ia menambahkan bahwa pasukan AS telah menghancurkan sejumlah kapal militer kecil Iran, meski klaim ini dibantah oleh Teheran. 

Sementara itu, Iran juga dilaporkan menyerang pelabuhan minyak dan kapal-kapal di Uni Emirat Arab, memicu kebakaran di kawasan industri energi dan meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Baca juga: Serangan Iran ke UEA Picu Kecaman Global, Ancaman Baru Stabilitas Energi Dunia

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz

Militer AS mengatakan mereka menghancurkan enam kapal kecil Iran dan mencegat rudal jelajah dan drone yang diluncurkan oleh Teheran sebagai tanggapan atas upaya Iran untuk menggagalkan operasi angkatan laut AS yang baru untuk membuka navigasi di Selat Hormuz.

Mengutip sumber militer, Tasnim Iran melaporkan bahwa AS menyerang dua kapal kargo sipil di Selat Hormuz, bukan kapal cepat Garda Revolusi.

Setidaknya lima orang tewas dalam serangan tersebut, menurut laporan Tasnim.

Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi yang dijuluki "Proyek Kebebasan" dalam upaya merebut kendali jalur air vital tersebut dari Iran setelah Teheran secara efektif menutupnya sejak dimulainya agresi AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat AS, menolak berkomentar apakah ia percaya gencatan senjata yang dimulai pada 8 April masih berlaku, menyusul serangan Iran di wilayah tersebut, termasuk serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap UEA kemarin.

Namun, ia mengakui upaya berkelanjutan Garda Revolusi Iran untuk "menghalangi" proses yang dilakukan Trump.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved